Connect with us

CERPEN

Merajut Cinta Dalam Mimpi

Published

on

Minggu-minggu diawal tahun ini, gerimis tak habis-habis, seolah sedang melukis wajahmu yang manis. Wajah yang selalu menghisasi mimpiku. Seperti pada mimpi malam tadi.

Tidak seperti pada mimpi-mimpi sebelumnya, kau hadir utuh dalam mimpi ini.

Aku tak perlu merangkai lagi setiap potongan cerita yang biasanya samar.

Minggu-minggu diawal tahun ini, gerimis tak habis-habis, seolah sedang melukis wajahmu yang manis. Wajah yang selalu menghisasi mimpiku. Seperti pada mimpi malam tadi.

Tidak seperti pada mimpi-mimpi sebelumnya, kau hadir utuh dalam mimpi ini.

Aku tak perlu merangkai lagi setiap potongan cerita yang biasanya samar.
Dalam mimpi itu kita menghabiskan kebersamaan ditempat asing yang tak pernah sebelumnya kita singgahi dalam dunia nyata, kecuali sofa-sofa yang berderet lembut di kafe itu.

” Mana tumpukan kertas yang akan kau hadiahkan dihari ulang tahunku itu,” katamu.

Taukah kau, jantungku berdegup luar biasa ketika tanganmu melingkar kuat dileherku. Kita berdua malam itu tak malu-malu mengungkapkan rasa.

Lewat mimpi kali ini, aku semakin yakin dengan teori Sigmund Freud tentang mimpi. Menurut Freud semua mimpi merupakan pemenuhan keinginan.

Dalam mimpi orang dewasa macam kita, semuanya yang terjadi butuh untuk ditafsir.  Seperti sikapmu selama ini yang samar dan selalu butuh tafsir bukan ?

Selain soal tafsir mimpiku kali ini sudah mampu mendahului bunyi alarm pagi. Aku terbangun saat perjumpaan kita dialam mimpi berakhir.

Ada rasa kecewa yang kuat saat aku tahu kau tidak lagi bersamaku. Seperti perjumpaan kita yang selalu singkat dalam dunia nyata.

Aku kerap tersiksa saat kau mengatakan harus pulang. Sudah sering kali aku ungkapkan tentang kekecewaanku itu kepadamu…

Penulis Darussalam Jagad Syahdana…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 9 =

Trending