Connect with us

Suara Warga

Masyarakat Minta Presiden Terpilih Perhatikan Petani

Published

on

Banten Hits.com – Ketimbang membuat regulasi dan perundang-undangan yang ujung-ujungnya tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat kecil, Presiden dan Wakil Presiden yang nantinya terpilih pada Pilpres 2014 diharapkan lebih berbuat aksi nyata demi kepentingan dan kemakmuran rakyatnya.

“Enggak sedikit kan aturan dan undang-undang yang dibuat pemerintah tapi ujung-ujungnya malah enggak dirasakan langsung oleh kami manfaatnya,” kata Riky, salah seorang penjual sayur-mayur dan bahan pokok di pasar tradisional Rangkasbitung.

Banten Hits.com – Ketimbang membuat regulasi dan perundang-undangan yang ujung-ujungnya tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat kecil, Presiden dan Wakil Presiden yang nantinya terpilih pada Pilpres 2014 diharapkan lebih berbuat aksi nyata demi kepentingan dan kemakmuran rakyatnya.

“Enggak sedikit kan aturan dan undang-undang yang dibuat pemerintah tapi ujung-ujungnya malah enggak dirasakan langsung oleh kami manfaatnya,” kata Riky, salah seorang penjual sayur-mayur dan bahan pokok di pasar tradisional Rangkasbitung.

Riky mengatakan, salah satunya tentang pengaturan penempatan usaha waralaba. Ia menyangkan, kendati sudah ada Perda yang mengatur tentang itu, tapi tetap saja letak usaha waralaba berada dekat dengan warung kecil dan pasar tradisonal.

“Misalnya, kita jual dengan harga sepuluh ribu, mereka bisa jual delapan ribu, otomatis pembeli akan kesana, ditambah dengan jarak yang dekat. Aturan tinggal aturan jadinya. Presiden nanti harus berfikir tentang itu walaupun di daerah sudah diatur aturannya,” ujarnya.

Presiden yang nantinya terpilih, nantinya juga diharapkan melalui menteri atau jajaran yang berkompeten dibidangnya dalam soal perijinan tidak terlalu mempermudah dan tidak juga mempersulit.

“Kalau dari atas nya proses ijin usaha sudah susah dan terlalu gampang, ke daerah nya juga tidak akan jauh beda. Kalau gampang banget bisa-bisa menjamur waralaba, tapi kalau terlalu susah juga enggak baik,” ucapnya.

Selain itu kata dia, pentingnya memberikan peningkatan kualitas dan mengkaryakan sumber daya manusia, terutama bagi para petani di Indonesia. Pasalnya, dengan pemberdayaan dan peningkatan kualitas para petani diyakini bisa berdampak kepada hasil bumi yang dihasilkan para petani.

“Harus punya konsep kepada mengkaryakan SDM masyarakat, terutama petani. Bayangkan, kalau petani lokal bisa menghasilkan produk pertaniannya dengan kualitas yang bagus karena SDM dan sarana penunjang lainnya otomatis kami sebagai pedagang bisa membeli produk lokal, harganya bisa bersaing dengan produk dari luar daerah, dari Lebak sendiri atau dari Pandeglang misalnya,” ungkapnya.

Warga Kelurahan Muara Ciujung Timur (MCT) ini juga berharap, kondisi kenaikan dan kelangkaan barang yang terjadi pada setiap hari-hari besar bisa benar-benar dicarikan solusinya.

“Saya yakin jika mau, pemerintah bisa mengatasi itu. Jangan sampai kondisi itu malah seperti jadi budaya di Indonesia yang terjadi setiap tahun. Kita juga dan pembeli yang merasakan kalau harga pada naik dan langka. Kenapa tidak, kartel yang dianggap jadi masalah,  oleh pemerintah bisa di berdayakan kalau perlu. Tapi dengan catatan mereka mencari keuntungan dari luar negeri, jangan dari dalam negeri,” harapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =

Trending