Connect with us

BERITA KANDIDAT

Paslon Petahana Cilegon Klaim Program Pro Rakyat Berhasil

Published

on

Banten Hits – Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Iman Aryadi-Edi Ariadi, Sabtu (5/12/2015), menggelar kampanye terbuka perdana di lapangan Sumampir, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwarkarta, Kota Cilegon.

Dalam orasi politiknya, calon Wali Kota Tb Iman Aryadi mengklaim, di bawah kepemimpinannya pada periode kemarin, program-program pro rakyat telah berhasil menyentuh masyarakat.

“Dimasa kepemimpinan kami sebelumnya, telah terbukti program pro rakyat yang diluncurkan Pemkot sudah berhasil menyentuh dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Iman.

Ia menjanjikan, akan terus meningkatkan sejumlah program Pemerintah seperti pendididikan gratis dan kesejahteraan masyarakat yang lebih terjamin.

“Dalam kepemimpinan saya dan pak Edi sebelumnya, program pro rakyat sudah berjalan dengan baik. Tapi, jika kami terpilih kembali, saya berjanji akan lebih meningkatkan program-program yang berpihak terhadap rakyat,” ucapnya.

Kampanye yang dihadiri ribuan massa pendukung pasangan incumbent tersebut dimeriahkan oleh artis dangdut ibu kota Mawa Marisa. Namun sayang, goyangan artis yang membawakan lagu dangdut untuk menghibur ribuan simpatisan di sela-sela kampanye justru di luar batas. Di depan massa yang juga terdiri dari anak-anak, artis tersebut menampilkan goyangan yanga erotis. Bahkan, sesekali bagian tubuh yang seharusnya tidak terlihat mau tidak mau malah terlihat oleh para simpatisan calon petahana tersebut.

Tak ayal, aksi goyang erotis itu pun disayangkan oleh sejumlah masyarakat yang hadir dalam kampanye terbuka tersebut. Mereka menilai, hiburan musik dangdut yang mendatangkan artis ibu kota dengan goyangan yang seronoh sangat tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat Kota Cilegon.

“Cilegon ini mayoritas banyak warga muslim, tidak sepantasnya dalam kampanye seperti ini memperlihatkan penampilan yang memamerkan bagian tubuh yang seharusnya tertutup, apalgi di depan banyak anak-anak,” keluh Encih salah seorang warga Merak.(Nda)

Trending