Connect with us

PUISI

Wajah Waktu

Published

on

 

Kau kah itu yang mengetuk-ngetuk daun pintu waktuku

Lepas tengah malam segala harapan diterbangkan ke langitMu

Subuh masih menunggu

Sajak Sapardi hinggap dalam sujudku

“…. ketika daun penanggalan gugur: lewat tengah malam. Kemudian kuhitung hutang-hutangku padaMu // mendadak terasa: betapa miskin diriku..”

Telah kubaca banyak tanda

Dari jalan setapak yang penuh onak noda

Kemudian kutanam kata-kata

Dalam ladang-ladang jiwa….

(Tangerang, dalam Senin yang mendung di 12122016)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + seven =

Facebook

Trending