Connect with us

Pemkab Lebak

Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemkab Lebak Dapat Nilai B

Published

on

Lebak – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan nilai B untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) Kabupaten Lebak.

Rapor Sakip diserahkan Menpan RB, Asman Abnur kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, saat penyerahan evaluasi Sakip Wilayah I (Sumatera, Banten dan Jawa Barat), di Bandung, Rabu (25/1/2017).

“Hasil evaluasi Sakip pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan pada tahun sebelumnya. Tahun ini, rata-rata nilai evaluasi kabupaten/kota 49,87 persen, meningkat 2,95 poin,” kata Asman.

Meski terjadi peningkatan, namun namun rata-rata kabupaten/kota pada tahun 2016 masih di bawah 50 atau mendapat nilai C dan 425 kabupaten/kota atau 83% dari total seluruh kabupaten/kota masih mendapat nilai di bawah B.

“Rendahnya tingkat akuntabilitas kabupaten/kota dikarenakan empat permasalahan utama, yakni sasaran yang ditetapkan tidak berorientasi pada hasil, ukuran keberhasilan tidak jelas dan terukur, kegiatan yang ditetapkan tidak berkaitan dengan sasaran, dan rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan,” jelasnya.

Permasalahan tersebut menciptakan inefisiensi penggunaan anggaran pada instansi pemerintah. Jika mengacu pada hasil evaluasi dan berdasarkan data yang telah dihitung, terdapat potensi pemborosan minimal 30% dari APBN/APBD di luar belanja pegawai setiap tahunnya.
 
“Angka tersebut setara dengan nilai kurang lebih 392,87 Triliun rupiah,” tambahnya.

Sementara, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan, akan terus menyerukan kepada organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan berkomitmen menunjang visi misi bupati dan wakil bupati dimana terdapat keselarasan antara program perangkat daerah dengan visi misi dimaksud serta berupaya menerapkan money follow program sebagai dasar penggunaan anggaran.

“Sakip yang selama ini dianggap sebagai kumpulan dokumen semata ternyata mempengaruhi efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara/daerah yang pada hakikatnya adalah dana yang terkumpul dari rakyat,” katanya.(Humas Pemkab Lebak)

Trending