Connect with us

METROPOLITAN

Orangtua Ayu Oktaviani Tak Yakin Anaknya Bunuh Diri

Published

on

Lebak – Kesedihan masih jelas terlihat di wajah Yuyun dan Asma. Pasangan suami istri yang tinggal di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak ini tak menyangka, jika putri pertamanya, Ayu Oktaviani (19) harus meninggalkan keduanya untuk selama-lamanya.

Ayu merupakan mahasiswi semester IV Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung. Mayatnya ditemukan mengapung di Sungai Ciujung, tak jauh dari tempatnya menimba pendidikan kebidanan, Jumat (24/3/2017) lalu.

Meski dibalut duka atas kematian putrinya, orangtua Ayu masih berkenan berbincang dengan awak media, Senin (27/3). Yuyun mengungkapkan bahwa Ayu merupakan anak yang rajin beribadah dan selalu terbuka kepada orangtua jika mempunyai masalah.

“Kalau dia punya masalah, pasti selalu cerita,” tutur Yuyun

Selain pendiam, Ayu juga mempunyai cita-cita menjadi seorang bidan yang sukses dan membanggakan kedua orangtuanya.

“Dia anak baik. Kalau pun lagi pulang ke rumah, ya dia jarang keluar,” kata Yuyun.

Yuyun dan suaminya pun tak yakin jika dara kelahiran 27 Oktober 1997 ini tewas karena bunuh diri.

“Secara nalar dan akal, saya enggak percaya kalau dia bunuh diri. Lalu ada luka di bagian mulut,” ujar Yuyun.

Kini, kedua orangtua Ayu masih menunggu hasil autopsi. Jika memang Ayu dibunuh, keduanya berharap agar polisi dapat segera menangkap pelakukan.

“Kalau memang anak saya dibunuh, saya minta pelakunya ditangkap,” tutupnya.(Nda)

Trending