Connect with us

METROPOLITAN

Praktik Suap di Pandeglang, Bupati: Mungkin Ada

Published

on

Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku prihatin dengan dugaan kasus suap yang menjerat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Irna mengaku, banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi seolah dirinya diingatkan agar menjauhi praktik kotor tersebut.

“Termasuk kepada seluruh jajaran di masing-masing OPD. Jangan main-main dan jauhkan prkatik KKN,” kata Irna, Kamis (21/9/2017).

BACA JUGA: Mr. Matrik Pengatur Proyek di Pandeglang dari Lingkar Kekuasaan?

Terkait praktik suap maupun pemberian fee dari sebuah proyek dari pengusaha kepada pejabat, Irna memang tidak bisa memastikan jika hal itu tidak terjadi di Pandeglang.

“Kami kan bukan malaikat. Ke arah itu mungkin ada,” ujarnya.

Namun, Irna berharap dengan sistem yang terus diupayakan agar semakin transparan, praktik kotor tersebut tidak terjadi.

BACA JUGA: ICW Soroti Proyek Pengadaan di RSUD dan Dindikbud Pandeglang

“Sekarang kan sudah ada beberapa aplikasi, sistem dengan e-Budgeting, e-Kontrak dan lain-lain, jadi lebih transparan agar semua orang tahu. Sekarang open APBD, siapa saja bisa akses, sampai pemenang lelang pun kan tahu,” sebut Irna.

Diketahui, Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan Direktur PT Dailbana Prima Filipus Djap sebagai tersangka. Ketiganya ditetapkan setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (16/9/2017).

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Tersangka Pungli di Disdukcapil Pandeglang

Dikutip dari kompas.com, Eddy diduga menerima suap dari Filipus sebesar Rp500 juta. Duit yang diberikan Filipus terkait pengadaan meubelair di Pemkot Batu TA 2017 senilai Rp5,26 miliar yang dimenangkan PT Dailbana Prima.(Nda)

Facebook

Trending