Connect with us

Pemkab Serang

Tatu Tekankan Persoalan BAB Sembarangan Tuntas Tahun Ini

Published

on

Serang – Pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mulai melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan pendekatan kepada masyarakat untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Indikator outcome STBM diharapkan, mampu menurunkan penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Namun, hasil monitoring dan evaluasi, pencapaiannya masih jauh dari harapan. Dari jumlah 362 desa di Kabupaten Serang, hanya 27 desa (8,3%) yang sudah Setop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

”Ini jadi tantangan bagi Kabupaten Serang, agar STBM khususnya pilar 1 dapat mencapai hasil yang diharapkan, yaitu 100% penduduk memiliki akses terhadap sanitasi di tahun 2019,” kata Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, saat deklarasi kecamatan dan desa SBS, di Lapangan Ponpes Nurul Ilmi Darunnajah 14 Pabuaran, seperti dilansir dalam siaran pers Humas Pemkab Serang, Senin (23/10/2017).

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi wilayah lainnya agar menjadi wilayah SBS. Sehingga, target 100 persen masyarakat di Kabupaten Serang terakses sanitasi tercapai.

“Jangan sampai tahun depan masih membicarakan hal ini. Karena, program ini harus tuntas tahun ini. Silahkan duduk bersama dan selesaikan masalah ini secara bersama,” pesan Tatu.

“Ibu sudah tegur agar semua masalah bisa selesai tahun ini, sehingga 2018 tidak lagi ada wacana BAB sembarangan,” tambahnya.

Menurutnya, rendahnya kesadaran secara kolektif bersama dalam melaksanakan SBS, belum optimalnya sosialisasi pendekatan STBM pada kades dan camat yang belum optimal dinilai menjadi program ini menjadi terhambat.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Serang Dedi Sofyan menuturkan,  perubahan perilaku masyarakat yang sulit diperbaiki karena belum tersedianya jamban di masing-masing rumah. Sehingga, upaya dengan adanya sanesati total bisa memyetop SBS.

“Perlu rolling model SBS untuk kecamatan lain di Kabupaten Serang dan mendeklarasi dirinya untuk SBS, agar dari desa dan kecamatan  lain bisa mengikuti,” kata Dedi.(Nda)

Facebook

Trending