Connect with us

Pemkab Serang

Pemkab Serang Dorong Kesadaran Masyarakat soal PHBS

Published

on

Serang – Masalah kesehatan timbul akibat perilaku hidup yang tidak sehat dan sanitasi lingkungan serta kurang memadainya ketersediaan air bersih di masyarakat. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatkan, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bagiaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu didorong.

Dilansir dari siaran pers Humas Pemkab Serang, Tatu menjelaskan, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat juga dibarengi dengan upaya yang mengutamakan preventif dan promotif.

“Pelaksanaan kabupaten sehat diwujudkan dengan menyelenggarakan semua program yang menjadi permasalahan di masyarakat secara bertahap. Dimulai dengan kegiatan prioritas bagi masyarakat di kecamatan dan desa tersebut,” kata Tatu, dihadapan tim pembina dan penilai kabupaten/kota sehat tingkat nasional, Jumat (27/10/2017).

Tatu menjelaskan, tatanan kabupaten sehat yang dikelompokkan berdasarkan kawasan dan permasalahan khusus tersebut terdiri dari permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan pertambangan sehat, hutan sehat, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, dan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

“Penyelanggaran kabupaten sehat di Kabupaten Serang sudah memasuki tahun ke 4. Ada 15 kecamatan yang dipilih sebagai pembentukan forum komunikasi kecamatan dengan 86 pokja desa sehat.

“Tahun 2016 Kabupaten Serang mendapatkan penghargaan padapa (pemantapan) tingkat provinsi. Tentu saya berharap, tahun ini bisa lolos verifikasi sehingga mendapatkan peringkat padapa tingkat nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Kabupaten Serang Sehat Anang Mulyana mengatakan, program ini memilki peran penting karena menaikan IPM dan pendekatan yang disiplin kepada masyarakat.

“Kita sudah membetuk forum kabupaten sehat, forum komunikasi Kecamatan sehat, dan pokja desa sehat dengan menargetkan pad tahun 2018 bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Anang Berharap, masyarakat bisa hidup sehat dan mandiri. Pemerintah, tinggal memantau kekurangan yang perlu diperbaiki saat berjalannya program.

“Kalau masyarakat sudah mandiri, otomatis memudahkan pemerintah membuat program lanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, tim penilai nasional kabupaten sehat Tri Sapta Ningsih menjelaskan, penyelenggaraan kabupaten sehat dimulai sejak 2005 dengan tujuan penyelenggaraan untuk mewujudkan kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat.

“Bukan hanya tanggung jawab dinas terkait saja, lintas sektor akan berperan untuk ikut serta menangani,” ucapnya.(Nda)

Trending