Connect with us

PUISI

Hikayat Secangkir Kopi

Published

on

(Untuk Edi)

Matahari sudah tinggi. Bangunlah, Edi!

Mari merdekakan lambung kita dengan kopi dan rebusan ubi

Terbangkan mimpi di atas cakrawala

Biar lepas segala derita dan paksa dari kepala

 

Edi, Nusantara hari ini seperti ramalan Rendra

Kusut masai muka, koyak-moyak jiwa

Dan kita tidak dititahkan untuk berdiam diri

Tidak! Kita anak zaman yang paling berkehendak di negeri ini

 

Bangunlah, saudaraku!

Televisi semakin nyaring menyanyikan utang luar negeri dan kebijakan cangkul impor

Bebaskan mulutmu

Biar kata-kata menggema di kantor-kantor

 

Kita adalah peluru-peluru

Yang diasah harapan dan pikiran maju

Di depan mengadang tembok raksasa

Mengepung daulat rasa dan karsa kita

 

Bangkitlah, Edi! 

Ilmu kewaskitaan petani sudah tak sakti

Mampu membaca cuaca tapi tak bisa menerka ekspansi industri properti ke ladang mereka

Petani menjadi bagian yang hilang dalam peradaban mereka

 

Ayo, Edi! Satu tegukan lagi

Langkah kecil kita akan menjadi derap yang mengguncang bumi

Jangan berhenti

Sebelum semua menjelma arti

 

Tangerang, 30-31 Oktober 2017. 

Facebook

Trending