Connect with us

TEKNOLOGI

Mensos Minta Orangtua Tak Biarkan Anak Fokus Bermain Gawai

Published

on

Cilegon – Tidak sedikit orangtua yang memberikan gadget kepada anak dengan alasan kepraktisan dan kecepatan. Secara mandiri, anak mempunyai kebebasan untuk menggunakan gadget dengan beragam aplikasi yang diunduh.

“Bila sudah demikian, maka diperlukan kebijaksanaan dari orangtua. Misalnya, boleh pegang gadget pada jam-jam tertentu saja, seperti setelah mereka belajar atau setelah berhasil melakukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas sekolah,” kata Khofifah dalam siaran pers yang diterima Banten Hits, Rabu (8/11/2017).

Hal tersebut disampaikan Khofifah menyikapi hebohnya informasi yang beredar luas ke masyarakat soal konten porno berformat GIF yang terdapat di WhatsApp beberapa hari ini.

“Saya coba buka memang ada dan itu sangat mudah diakses oleh siapa saja termasuk anak-anak. Kontennya sungguh tidak pantas untuk dilihat anak-anak. Maka tepat bila konten dalam layanan itu diblokir atau dihapus,” ujarnya.

Guna membatasi aplikasi yang boleh diunduh, Khofifah meminta orangtua memanfaatkan fitur pengunci aplikasi smartphone yang ada dalam setiap gawai. Hal ini bertujuan mencegah anak dari hal-hal yang tidak patut dilihat.

Khofifah juga meminta agar orangtua tidak membiarkan anak-anaknya fokus bermain gawai. Ia menyarankan orangtua memberikan kesibukan kepada anak atau mengajak bermain buah hatinya. Misalnya, bermain ke taman kota, membaca buku favorit lalu mendiskusikannya bersama, atau memberikan mainan edukatif sesuai hobi masing-masing anak.

“Intinya ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk mengalihkan perhatian anak agar tidak terpusat pada gawai,” jelasnya.

Belajar dari kasus konten porno tersebut, ia mengaku ada hikmah yang bisa diambil. Menurutnya, kini publik makin cepat dan tanggap terhadap upaya perlindungan anak.

Sejak pesan berantai tentang konten di WhatsApp ini muncul kemudian diikuti oleh gerakan publik melaporkan konten ke tim pengelola WhatsApp dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan penyataannya.

“Terakhir yang ingin saya imbau kepada masyarakat adalah perkuat ketahanan keluarga. Kuatkan pendidikan agama anak-anak kita, rawat cinta dan kasih sayang dalam keluarga, bangun kedekatan emosional yang kuat untuk membentengi anak-anak dari pengaruh pornografi, narkoba, dan juga seks bebas,” pesan Khofifah.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Cilegon Akhdi Romli Kumaeni mengaku, telah melayangkan laporan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk mendesak Kementerian Komindo melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terkait dengan persoalan konten porno tersebut.

“Penting sekali sharing fileterisasi dengan Kementerian Kominfo dan menjadi pembahasan di sesama rekan-rekan LPA se-Nusantara. Tiga hari yang lalu kami sudah melaporkan kepada KPAI dan langsung ditindaklanjuti dengan peneguran. Allhamdullilah, Kominfo bertindak tegas dengan menegur provider,” terangnya.

Meski konten porno tersebut kini tak lagi bisa diakses, Romli mengaku menemukan persoalan serupa di jejaring sosial lainnya.

“Pada kolom komentar Facebook, ini perlu ada tindakan dari Kominfo. Akan tetapi yang paling penting adalah faktor dari lingkungan keluarga. Butuh pemahaman dan pengawasan dari orangtua kepada anak bahwa konten-konten itu tidak layak dilihat oleh mereka,” katanya.(Nda)

Facebook

Trending