Connect with us

METROPOLITAN

PDAM Pandeglang Tak Bayar Kompensasi Pemanfaatan Mata Air di Kawasan Perhutani

Published

on

Pandeglang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang diketahui belum pernah memberikan kompensasi kepada Perum Perhutani terhadap pemanfaatan sumber air baku dari mata air Cilagra yang berada di kawasan hutan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten.

“(PDAM) selama ini belum bayar. Seharusnya, perusahaan yang memanfaatkan air dari kawasan hutan negara berkewajiban membayar kompensasi kepada Perum Perhutani,” kata Asisten Perhutani Pandeglang, Agus Suhendar, Selasa (21/11/2017).

Kompensasi tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2010 tentang Perum Perhutani, dan PP Nomor 3 Tahun 2008 perubahan atas PP Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan.

Pada tahun 2016 sambung Agus, pihaknya melalui surat resmi telah menyampaikan hal itu kepada PDAM. Namun, perusahaan milik pemerintah daerah tersebut mengaku tengah merugi.

“Kami maklumi itu, tapi sampai sekarang belum ada kabar juga dari mereka,” tandas Agus.

Terpisah, Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Berkah Pandeglang Euis Yuningsih mengaku, pihaknya tidak mengetahui jika harus ada kompensasi yang dibayar terkait pemanfaatan mata iar tersebut. Euis mengatakan, pihaknya juga belum pernah mendapat informasi apapun dari perhutani.

“Kalau ada aturannya, kok kami belum pernah dikasih pemberitahuan atau diundang sosialisasi,” katanya.

Euis tidak mengetahu detail sumber mata air yang dimaksud Perhutani.

“Coba nanti ibu tanya dulu ke orang produksi dan sumber,” pungkasnya.(Nda)

Facebook

Trending