Connect with us

METROPOLITAN

PA Serang Batalkan Status Sultan Banten ke-18 Bambang Wisanggeni

Published

on

Serang – Polemik seputar ahli waris keturunan Kesultanan Banten yang terjadi selama beberapa tahun ke belakang akhirnya berakhir. Majelis Pengadilan Agama (PA) Serang memutuskan membatalkan status Ratu Bagus Hendra Bambang Wisageni sebagai Sultan Banten ke-18.

 

Majelis Hakim PA Serang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dali Efendi juga mencabut kedudukan Ratu Bagus Hendra Bambang Wisageni sebagai ahli waris Kesultanan Banten.

Keputusan PA Serang yang tertuang dalam surat bernomor 786 tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di ruang sidang 1, Pengadilan Agama, Jalan Cipocok Jaya, Kecamatan Petir, Kota Serang, Rabu (13/12/2017).     

Ketua Tim Advokat Dzuriyat Kesultanan Banten, Tb Amri Wardana mengatakan, meski hanya sebagian gugatan yang dikabulkan, pihaknya menyambut baik keputusan PA Serang tersebut.

“Kami hari ini cukup senang, karena gugatan kami dikabulkan dan di Kesultanan Banten sendiri sudah tidak ada lagi ahli waris serta juga yang mengaku-mengaku sebagai Sultan Banten. Tinggal (sekarang) kami duduk secara bersama-sama untuk memajukan Kesultanan Banten,” ungkapnya seusai sidang.

Salah seorang pengacara Dzuriyat Kesultanan Banten, KMS Herman menambahkan, putusan PA Serang tersebut otomatis membatalkan dan menghapuskan petitum keempat no 316 yang menetapkan Ratu Hendra Bambang Wisageni sebagai satu-satunya ahli waris kesultanan Banten.

“Ke depan pun kami mengajak (Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni) untuk sama-sama membangun Kesultanan Banten secara bersama-sama dan kedudukanya sama sebagai Dzzuriyat Kesultanan Banten. Tidak sebagai Sultan Banten,” teragnya.(Rus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 15 =

Trending