Connect with us

METROPOLITAN

Sistem Tiket Elektronik di Pelabuhan Merak Dikeluhkan Perusahaan Pelayaran

Published

on

Tiket Elektronik Pelabuhan Merak

Pelayanan sistem tiket elektronik di Pelabuhan Merak dikeluhkan. (Foto: net)

Cilegon – Sistem tiket elektronik di Pelabuhan Merak yang dijalankan PT Mata Pensil Globalindo dikeluhkan perusahaan pelayaran. Pelayanan dinilai lamban saat melayani penumpang golongan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni.

“Memang agak lama sehingga menyebabkan antrean kendaraan mengular dari pintu tol gate. Mungkin karena transaksi banyak, sistem jadi lemot. Kami jadi kehilangan banyak waktu karena harus menunggu kendaraan untuk masuk ke dalam kapal,” kata Ketua Indonesia National Ferry Owners Association (INFA), Hasyir Muhammad, Selasa, (26/12/2017).

Lambannya pelayanan sistem yang dioperasikan PT Mata Pensil kerap memicu terjadinya penumpukan antrean kendaraan di dalam area pelabuhan, khususnya di area tol gate. Hasyir meminta kepada PT ASDP selaku regulator pelabuhan menyikapi hal itu dengan menambah waktu pelayanan.

“Kalau kehilangan waktu dengan sistem yang lemot itu, mestinya kita dikasih dong tambahan waktu untuk bongkar muat. Kalau terlambat sekian menit, ditambah waktu sekian menit,” ujarnya.

BACA JUGA: Sistem Tiket Elektronik PT Mata Pensil di Pelabuhan Merak Eror, Sopir dan Pengurus Truk Protes

Hasyir menegaskan, sistem elektronik Mata Pencil harus segera dibenahi. Pasalnya, pada situasi tertentu, muatan kapal tergolong menampung hanya sedikit kendaraan dibandingkan dengan volume kendaraan yang menumpuk di pintu masuk tol gate.

“Lihat saja, setiap kali ada kepadatan, sistem pelayanannya lemot. Mungkin servernya harus diupgrade. Kalau itu lambat, jadi penumpukan baik penumpang maupun kendaraan. Sistem itu kemudian jadi terakumulasi dan jadi terlambat,” tegasnya.

Terpisah, Manajer Mata Pensil Cabang Merak, Edo membantah. Kata Edo, keterlambatan itu akibat pemberlakuan tiket online ASDP yang membutuhkan waktu dalam proses penginputan kode booking.

“Saya rasa tidak ada keterlambatan pada waktu itu. Karena saya standby sehari penuh sampai Sabtu. Kalaupun itu agak lama di area tol gate, biasanya karena tiket online yang dibeli pengguna jasa tidak langsung terbaca di komputer. Jadi harus input manual kode bookingnya,” tukasnya.(Nda)

Trending