Connect with us

PERSONA

Ratmiadi, Pelopor Gerakan Literasi Pesisir Perahu Pustaka

Published

on

Ratmiadi saat bersama anak-anak yang mengunjungi Perahu Pustaka miliknya.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Sekilas tidak akan ada yang menyangka, sosok Ratmiadi yang sehari-hari merupakan koordinator tim SAR di Pelabuhan Merak, ternyata juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap gerakan literasi. Pergumulannya dengan kehidupan pesisir membuatnya ingin berbuat lebih dari sekadar menjadi tim penyelamat di laut.

Dari Perairan Selat Sunda, Ratmiadi kemudian mengawali mimpinya dengan mendirikan Perahu Pustaka, sebuah wadah gerakan literasi dengan sasaran warga yang tinggal di pesisir pulau-pulau di Perairan Selat Sunda.

Seperti namanya, perahu menjadi alat utama gerakan literasi yang digagas Ratmiadi ini. Perahu berisikan buku-buku ini bergerak mengunjungi warga pesisir dan mengajak warga secara cuma-cuma mengakses pengetahuan dengan membaca.

Ditemui wartawan Banten Hits Iyus Lesmana, akhir Desember 2017, Ratmiadi mengisahkan Perahu Pustaka didirikan September 2016 dengan modal seadanya tanpa bantuan dari pihak manapun. Keinginannya yang kuat untuk berbagi dengan sesama, membuatnya nekat membeli sebuah perahu berikut dengan berbagai buku bacaanya.

Dengan perahu dan buku-buku itu, Ratmiadi berkeliling pesisir Provinsi Banten dan Lampung. Warga yang dikunjungi Ratmiadi ternyata sangat antusias menyambut kedatangan Perahu Pustaka.

“Saya membuat Perahu Pustaka karena tersentuh melihat tidak sedikit anak-anak yang tinggal di pesisir masih minim mendapatkan bekal pendidikan dan pengetahuan. Pelaksanaannya kita keliling ke desa-desa di pesisir Lampung sama Banten untuk membawa buku bacaan setiap akhir pekan, sehingga anak-anak dan warga agar bisa membaca gratis. Terutama bagi mereka yang sulit mengakses media elektronik seperti televisi dan telepon genggam,” ungkapnya, Minggu (31/12/2017).

Meski baru dua tahun lebih Perahu Pustaka berdiri, namun gerakan literasi itu sudah mulai berkembang. Ratmiadi membangun rumah baca yang berada di pulau-pulau di Selat Sunda.

“Saat ini sudah ada ribuan buku berasal dari berbagai donatur yang kita miliki selama dua tahun berjalan. Ragam jenis bukunya ada banyak sehingga wagra pesisir dapat secara mudah untuk membaca buku,” imbuhnya.

Berkat aksi sosialnya ini, tidak sedikit relawan dengan niat yang sama bergabung dengan Ratmiadi untuk mendirikan rumah baca serta memberikan alat-alat sekolah untuk anak-anak yang membutuhkan secara gratis.

“Saya bersama relawan juga sering membagikan buku tulis dan alat tulisnya. Tidak banyak namun diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus belajar,” tandasnya.

Vani, salah seorang anak yang tinggal di pesisir pantai mengaku senang dengan adanya Perahu Pustaka milik Ratmiadi. Berkat bacaan yang bisa diaksesnya di Perahu Pustaka, ia bisa mendapatkan tambahan pengetahuan yang tidak diperoleh dari sekolahnya.

“Seneng, karena buku-bukunya ada banyak dan bisa dibaca lama-lama. Gratis lagi. Apalagi pas liburan sekolah jadi kita mainnya ke perahu pustaka aja sambil baca buku,” ujarnya.(Rus)

Trending