Connect with us

METROPOLITAN

Jorok! Sungai Pasar Baru Kranggot Dipenuhi Sampah

Published

on

Sampah menupuk

Aliran sungai Pasar Baru Kranggot dipenuhi tumpukan sampah.(Banten Hits/Iyus Lesmana)

Cilegon – Tumpukan sampah di aliran sungai Pasar Baru Kranggot, Kecamatan Jombang Kota Cilegon, semakin hari semakin menumpuk. Selain minimnya kesadaran para pedagang yang berada di pasar tradisional itu untuk menjaga kebersihan, diketahui pula masyarakat yang bermukim di lokasi sekitar pasar pun ikut andil membuang sampah dengan sembarangan.

Tumpukan sampah yang didominasi plastik menumpuk dan sudah memenuhi seluruh aliran sungai. Bahkan, tidak terlihat lagi air yang mengalir. Sungai itu berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau tak sedap.

Sarni salah Seorang Pedagang sayuran mengungkapkan, kondisi sungai yang dipenuhi oleh tumpukan sampah itu disebabkan perilaku warga dan para pedagang yang membuang sampah sembarangan. Dampaknya disekitar lokasi sungai menimbulkan bau yang tidak sedap, ia mengaku persoalan tersebut membuat pembeli kerap mengurungkan niatnya untuk membeli barang di pasar.

“Tiap hari saya lihat, banyak yang buang sampah di sungai malah, malah terkadang yang jualannya jauh dari sungai. Pernah dikasih tau malah ada yang marah-marah, selain itu jika terjadi hujan air naik akibat tumpukan sampah, sampahnya kemana-mana, sama baunya menyengat,” ungkapnya, kamis (11/1/2018).

Sarni menambahkan, meskipun dirinya bersama dengan para pedagang lainnya telah membayarkan retrebusi kebersihan kepada petugas pasar, namun tumpukan sampah masih tetap juga tidak teratasi.

“Tiap hari kita dimintai seribu rupiah. Nah, ada pedagang yang menganggap kalau sudah dipungut biaya kebersihan jadi dia membuang sampahnya sembarangan, kan tidak gitu juga menurut saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Ridwan mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penanganan salah satunya pengerukan sampah di sungai itu beberapa bulan lalu. Namun sampah terus menumpuk karena rendahnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan.

“Kita sudah bersihkan, baru bulan lalu baru kita keruk di situ. Tapi ada lagi, dan ada lagi. ” tandasnya.(Zie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + twenty =

Trending