Connect with us

METROPOLITAN

KMS 30 Kritik Kinerja Wahidin Halim

Published

on

Unjuk Rasa Mengkritik Wahidin-Andika

Unjuk rasa mahasiswa mengkritik kinerja Wahidin Halim dan wakilnya Andika Hazrumy yang dinilai belum secara nyata mengatasi persoalan di Banten. (Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Kinerja Gubernur Banten Wahidin Halim mulai dikritik. Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman (KMS 30) menilai, delapan bulan memimpin, Wahidin bersama wakilnya Andika Hazrumy belum menunjukkan program nyata untuk mengatasi persoalan di Banten.

“Salah satunya pemberantasan korupsi. Tidak ada ketegasan dalam menyikapi kasus korupsi dana Jaspel RSUD Banten,” kata Faqih Hilmi dalam orasinya saat berunjuk rasa di depan Kampus UIN Banten, Jumat (12/1/2018).

BACA JUGA: Pemprov Banten Gandeng 128 RS untuk Progam Berobat Gratis

Belum lagi angka kemiskinan yang meningkat pada bulan September 2017 dari 675,04 jiwa menjadi 669,85. Angka putus sekolah juga masih memprihatinkan. Jumlah anak yang putus sekolah pada tahun 2017 mencapai 7.783 orang.

“Lalu sepuluh megaproyek yang ada di Banten, apakah itu akan menguntungkan rakyat Banten?” tanya Hilmi.

BACA JUGA: Ini Penjelasan LIPI kenapa Kemiskinan di Daerah Sulit Diatasi

Hilmi mendesak Wahidin Halim mampu mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen untuk menekan angka putus sekolah dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

“Begitu juga kesehatan, pogram kesehatan gratis yang digemborkan kami harap bisa terealisasi dengan baik,” ucap Hilmi.(Nda)

Trending