Connect with us

METROPOLITAN

Tiga Bulan Beroperasi, Gudang Pengoplos Gas Elpiji di Tangerang Digerebek Polisi

Published

on

 

Lokasi pengoplos gas

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto (Kanan) saat memperlihatkan barang bukti.(Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggerebek sebuah gudang tabung elpiji oplosan, Jum’at (12/1/2018). Gudang oplosan elpiji itu berada di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Norogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan satu orang berinisial F yang merupakan pemilik pabrik gas oplosan tersebut.

Pantauan Banten Hits, pabrik yang hanya berbentuk tanah lapang dengan pagar tinggi mengelilingi sekitar lokasi. Tenda-tenda terpasang di setiap sudut dengan tumpukan tabung gas berbagai ukuran. Terlihat belasan mobil jenis pick up dan truk yang mengangkut ratusan gas tersebut pun terparkir.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pabrik gas oplosan tersebut sudah beroperasi selama tiga bulan. Pelaku membeli gas 3 kg yang merupakan gas bersubsidi untuk dioplos.

“Jadi pelaku ini memang sudah melakukan aksinya selama tiga bulan, pelaku meminta anak buahnya untuk keliling di sekitar Jabodetabek untuk membeli gas 3 kg dengan harga lebih tinggi, yaitu Rp 21.000 di agen maupun warung yang menjual,” kata Setyo.

Nantinya, lanjut Setyo, gas bersubsidi tersebut dibawa ke pabrik tersebut untuk dioplos dengan tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg.

“Pelaku mengoplos dengan mendinginkan tabung gas 3 kg, sehingga gas mengalir menuju tabung 12 kg maupun 50 kg dengan penyuntikan,” ungkapnya.

Dalam sehari, pelaku dapat memproduksi 1.000 tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg. Nantinya, tabung gas yang sudah dioplos tersebut akan dijual kembali di sekitar wilayah Jabodetabek.

Selain itu, dalam proses produksinya, pabrik ini tidak menggunakan standar keamanan yang baik. Bahkan, pabrik ini dapat meledak kapan saja jika ada percikan api.

“Makanya ini sangat berbahaya, pada saat melakukan kegiatan pengoplosan, gas akan keluar dari mana-mana dan tercium bau gas menyengat, makanya rentan meledak,” ujarnya.

Bersama pelaku polisi menyita 110 tabung gas ukuran 50 kg, 396 tabung gas ukuran 12 kg, dan 4.200 kg ukuran 3 kg.

Dalam hal ini, pelaku dijerat dengan Undang-undang Migas dan Undang-undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan, polisi masih memburu 60 orang yang diduga terlibat dengan kegiatan tersebut.(Zie)

Facebook

Trending