Connect with us

METROPOLITAN

Dewan Minta Launching Beras Ciberang Tak Sebatas Seremonial

Published

on

Padi

Ilustrasi (net)

Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) setempat akan melaunching beras Ciberang pada Februari 2018 mendatang.

Launching beras khas Kabupaten Lebak tersebut diklaim untuk mensejahterakan petani di Kabupaten Lebak, lantaran dalam produksinya Pemkab akan bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Lebak Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dian Wahyudi meminta launching beras yang akan dilaksanakan pada Februari 2018 dengan jumlah 500 ton tidak hanya menjadi acara seremonial biasa saja.

“Harusnya dalam launching tersebut sudah dilakukan plan yang matang agar petani tidak menjadi korban lagi,” kata Dian kepada Banten Hits, Sabtu (20/1/2018).

Menurutnya, persaingan bisnis beras cukup keras dan kompetitif. Saat ini saja telah terasa bagaimana beras berkali-kali ikut membuat gonjang-ganjing perekonomian nasional yang tentunya juga berimbas kepada rakyat Banten dan Lebak tentunya.

Pekan kemarin saja, lanjut Dian harga beras kelas medium di Pasar Rangkasbitung mengalami kenaikan Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 8.000 menjadi Rp12.000. Kenaikan tersebut telah melebihi harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan RI yakni sebesar Rp 9.450.

Lonjakan harga dari Rp 8000 kelas medium menjadi Rp 12.000 ini, membuat rakyat ekonomi lemah tentunya menjerit dengan kondisi tersebut.

“Saya berharap launching yang akan dilakukan saat car free day nanti, dapat mengatasi sengkarut permasalahan stok beras khususnya minimal di Lebak. Bahkan, semoga dapat menjadi pemasok utama beras di Banten bahkan Nasional,” tandasnya.(Zie)

Facebook

Trending