Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang Diharap Bisa Beroperasi Tahun 2020

Published

on

Rel Kereta Api

Ilustrasi. (tribunnews.com)

Serang – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan, reaktivasi jalur Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang dipercepat. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Zulmafendi mengatakan, terdapat dua tahap progres pembangunan aktivasi kembali jalur.

“Tahap pertama yaitu jalur Rangkasbitung-Pandeglang sepanjang 18 Km dan tahap kedua jalur Pandeglang-Labuan. Tahun ini, sedang dalam tahap pembebasan lahan,” kata Zulmafendi saat rapat pengembangan program KEK Tanjung Lesung dan Reaktivasi Rangkasbitung-Pandeglang, di pendopo Gubernur Banten, Rabu (31/1/2018).

Pembebasan lahan jalur Rangkasbitung-Pandeglang diharapkan bisa selesai tahun ini, sehingga pada tahun 2019 progresnya sudah masuk pada tahap pembangunan,

“Kita harap, proses pengerjaannya selesai 2 tahun, dan pada tahun 2020 jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang bisa mulai beroperasi,” ujar Zulmafendi.

Sambil menunggu progres pembangunan jalur Rangkasbitung-Pandeglang, pada tahun 2019 Kemenhub akan melakukan proses penertiban lahan pada jalur kereta api Pandeglang-Labuan. Hal ini dilakukan agar pembangunan bertahap dan berimpitan.

“Untuk jalur Pandeglang-Labuan kita harap bisa beroperi tahun 2022,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim berharap, pembangunan jalur reaktivasi bisa terealisasi mengingat, jalur kereta api akan menjadi pintu gerbang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus penunjang kawasan wisata di Pandeglang.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menyambut baik diaktifkannya jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang.

“Kami (Pemkab Pandeglang) terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait reaktivasi kereta api, dan berharap pembangunan segera terwujud,” kata Irna.(Nda)

Facebook

Trending