Connect with us

METROPOLITAN

Polisi Kantongi Identitas Penyebar Hoax Gempa Banten

Published

on

Gempa Banten

BMKG memastikan informasi adanya gempa susulan 7,5 SR adalah hoax. (bmkg.co,id)

Serang – Beberapa saat setelah gempa 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Banten pada Selasa (23/1/2018) lalu, bersebaran informasi-informasi hoax di media sosial. Tentu saja, hoax yang tersebar luas tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dilansir dari detik.com, Polda Banten mengaku, telah memeriksa sejumlah saksi terkait penyebaran hoax tersebut. Ada empat orang saksi yang diperiksa sebagai orang yang kali pertama menyebar informasi tersebut di media sosial.

“Soal hoax, kita sudah memperoleh identitas pelaku. Dalam waktu dekat akan kita ambil langkah-langkah,” kata Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Rabu (31/1/2018).

BACA JUGA: Data Kerusakan Gempa Lebak Terkini: 1.133 Rumah Rusak, Korban Jiwa Masih Divalidasi

Listyo menyebut, penyebar hoax berada di Banten.

“Di wilayah hukum Banten,” ucapnya.

Keempat orang yang diperiksa sebagai saksi tersebut, berinisial P, S, PM, dan BK. Mereka diperiksa pada pekan lalu.

“Kita lagi kembangkan ke unsur pasal niatnya. Siapa yang niat dengan sengaja melakukan upaya membikin suasana gaduh. Kemarin kita langsung bergerak,” kata Dirkrimsus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim.

Informasi tentang adanya gempa susulan 7,5 SR pertama kali disebar melalui tiga grup WhatsApp. Informasi tersebut kemudian disebar oleh salah satu saksi dan diviralkan di Instagram.

BACA JUGA: Didampingi Iti Jayabaya, Agus Harimurti Yudhoyono Kunjungi Korban Gempa Lebak

Terkait dengan surat BMKG, surat tersebut memang surat resmi namun kemudian diedit oleh pelaku.

“Pelaku utama yang mengedit, dapat kita kontruksikan untuk penetapan tersangka,” katanya.

Melalui situs resmi, BMKG menegaskan tidak pernah menyampaikan dan menyebarluaskan informasi tersebut. BMKG menjelaskan, belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.(Nda)

Facebook

Trending