Connect with us

METROPOLITAN

April Mendatang, Presiden Jokowi Direncanakan Resmikan Pembangunan TPA Rawa Kucing

Published

on

Perbaikan jalan

Akses jalan TPA Rawa Kucing mulai dibenahi,(Banten Hits/Maya Aulia).

Tangerang – Presiden RI, Joko Widodo rencananya akan meresmikan pembangunan akses jalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang April mendatang. Saat ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses pembangunan akses jalan di TPA Rawa Kucing. Pembangunan akses jalan tersebut merupakan bagian dari pembangunan landfill di TPA tersebut.

Kepala Tata Usaha TPA Rawa Kucing Masan menjelaskan, pembangunan tersebut dilakukan di pintu satu dan pintu dua. Fungsinya untuk mempermudahkan sejumlah armada truk untuk langsung ke penampungan sampah.

“Di sini ada tiga pintu. Baru satu pintu saja yang jalannya bagus. Sementara dua pintu lagi saat ini sedang dibangun oleh Kementerian PUPR. Dan rencananya pak Presiden pada bulan April tahun ini meresmikannya,” jelas Masan saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang, Jumat (9/2/2018).

Selain pembangunan jalan, TPA yang dapat menampung 1.400 hingga 1.600 ton sampah perhari tersebut, juga akan dibangun PLTSa pada 2018. Progresnya pemerintah masih melakukan penjajakan dengan para investor.

“Untuk PLTSa jadi dibangun tahun ini. Dipilih di TPA Rawa Kucing, karena lokasinya memang sangat strategis berdekatan dengan Jakarta,” ucapnya.

Terlebih tempat pembuangan sampah tersebut memiliki luas 34 hektar. Dilengkapi sarana serta prasarana yang memadai seperti taman yang diisi berbagai tanaman, mushola, klinik, kolam, pembuatan gas metan, instalasi pengolahan air limbah, dan sebagainya.

“Di sini sarananya komplit. Jangka panjang di TPA ini bisa 10 tahun penampungan. Masih banyak lahan yang kosong, yang terisi juga itu belum separuhnya,” kata Masan.

Sebanyak 15 unit alat berat disiagakan di lokasi untuk melakukan pembuangan untuk mempercepat proses pengelolaan sampah. Selain itu, pengolahan sampah pun dilakukan sebaik mungkin agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar.

“Kami menanganinya dengan penanaman sejumlah pohon dan membuat taman. Sebanyak 30.000 bibit pohon ditaman. Seperti bonsai, beringin, serta buah – buahan. Ditambah lagi pengelolaannya dengan menggunakan bio membran. Jadi masyarakat sekitar juga tak terganggu bau sampah,” paparnya.(Zie)

Facebook

Trending