Connect with us

METROPOLITAN

Dugaan Sementara Tewasnya Pekerja di PT Asahimas Chemical karena Pelanggaran SOP

Published

on

Kecelakaan Kerja di PT Asahimas Chemical

Ilustrasi. (isafetynews.com)

Cilegon – Dinas Tenaga Kerja (Disnkaer) Provinsi Banten telah melakukan investigasi terkait tewasnya Dedi Suwandi, pekerja PT Indoprima Jaya Teknik (sebelumnya ditulis PT Tiga Kreasi) saat tengah memperbaiki panel listrik turbin generator di dalam gedung turbin PT Asahimas Chemical, di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon, Senin (12/2/2018).

Koordinator Wilayah Serang Disnaker Banten, Rulyanto mengatakan, sejumlah orang dari beberapa pihak seperti pihak kontraktor utama, PT Sinotech sebagai penyedia tenaga kerja dari PT Tiga Kreasi yang merupakan subkontraktor tempat Dedi bekerja sudah dimintai keterangannya.

“Kami sudah mendapat keterangan, ada tiga supervisor yang kita mintai keterangannya. Tapi belum bisa kami simpulkan secara pasti, akan tetapi kami dapat menyimpulkan sementara,” kata Rulyanto, Rabu (14/2).

Rulyanto mengungkapkan, Dedi yang tengah bekerja di panel lantai 1 bersama dengan supervisor bernama Ruyanto berencana akan melanjutlkan pekerjaan di lantai 2 perusahaan kimia tersebut.

“Dari keterangan saksi, korban izin untuk ke lantai 2 untuk melakukan persiapan pekerjaan. Tidak berselang lama, Ruyanto menyusul dan menemukan korban sudah meninggal di dalam panel,” ujarnya.

BACA JUGA: Pekerja PT Tiga Kreasi Tewas Kesetrum Panel Turbin PT Asahimas Chemical

Menurutnya, pada prosedur kerja tentang kelistrikan dan tempat berbahaya, hal tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan seorang diri.

“Nah ini dugaan saya ada pelanggaran SOP. Apakah atas inisiatif korban atau disuruh oleh supervisor atau rekan kerjanya. Tetapi dari keterangan, korban naik ke atas (lantai 2-red) atas inisiatif sendiri,” tuturnya.

Dugaan kesalahan SOP lainnya sambung Rulyanto terdapat pada posisi panel yang saat itu dalam keadaan terbuka. Jika panel tersebut dibuka Dedi, seharusnya mendapat instruksi dari penanggung jawab atau supervisor.

“Kunci panel dipegang Ruyanto. Jadi siapa yang sebenarnya memegang kunci panel itu sampai sekarang jadi pertanyaan. Kenapa panel itu bisa terbuka kalau kunci masih ada di supervisor,” katanya.(Nda)

Trending