Connect with us

METROPOLITAN

Ini yang Dikatakan Tiara pada Ayah Kandungnya Sebelum Dibunuh Abi

Published

on

Pembunuhan

Kapolres Metro Tangerang Kota saat menyiramkan air mawar di makam Tiara, salah satu korban tewas dalam pembunuhan di Periuk, Kota Tangerang.(Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Mutiara Jaelani Saputri atau Tiara (13) satu dari tiga korban pembunuhan yang tewas didalam rumahnya sendiri di Perumahan Taman Kota Permai II, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Senin (12/2/2018), sempat bertemu dengan sang ayah Moh Jaelani di kediaman ayahnya di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Jaelani mengatakan, satu hari sebelum kejadian yang merenggut nyawa sang anak. Ia bertemu dengan putri pertamanya dari pernikahannya dengan Ema (40).

“Minggu malam saya ketemu Tiara, anak saya. Dia gak bilang apa-apa yang bikin aneh atau gimana-gimana, cuma bilang kangen dan itu wajar, karena saya jarang ketemu,” kata Jaelani, Rabu (14/2/2018) usai pemakaman Tiara di Kampung Tare Kolod, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA : Ini yang Diucapkan Abi Setelah Membantai Isteri dan Dua Anaknya

Ia tak menyangka, pertemuan dengan Tiara yang bersekolah di SDN Priuk 4 tersebut merupakan pertemuan terakhir. Ia pun mengaku kaget saat seorang satpam di dekat rumahnya memberi tahu ada pembunuhan di kediaman Putri nya tersebut.

“Saya ngobrol biasa tanya sekolah dan lain-lain. Pokoknya gak ada yang aneh, kaget begitu dikasih tahu sama satpam deket rumah kalau ada kejadian di sini, ternyata anak saya,” ujarnya.

Jaelani mengungkapkan, perpisahannya dengan sang anak merupakan putusan pengadilan setelah lima tahun lalu pernikahan yang dijalaninya dengan Ema harus kandas.

“Kalau cerai faktornya karena sudah tidak cocok saja. Lalu sepakat pisah baik baik. Saya juga gak permasalahin gono gini, karena saya tahu anak saya sama dia,” ungkapnya.

Tiara sendiri, menurut Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil autopsi, ia memiliki luka tusuk dibagian vital organ tubuh yang mematikan yakni, area dada ditambah, ia sempat disekap oleh pelaku yang tak lain adalah ayah tiri korban Muchtar Effendi (60) alias Abi alias Pendi.

Pelaku sendiri saat ini dirawat di RS Kramat Jati setelah luka tusuk yang diperbuatnya sendiri di bagian leher dan perut. Ia pun dikenakan sanksi dengan pasa 338 dan 340 hukuman seumur hidup.

Diketahui, pukul 15.00 WIB satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah. Tiga diantaranya yakni, ibu dan kedua anaknya Ema (40) serta, Tiara (13) dan Nova (23) ditemukan tak bernyawa diruang kamar bagian depan. Sementara, korban lainnya yang merupakan pelaku, Muchtar Effendi atau akrab disapa Abi atau Pendi (60) ditemukan penuh luka tusuk dikamar belakang kediaman tersebut.(Zie)

Facebook

Trending