Connect with us

METROPOLITAN

Wanita Perusak Masjid dan Pria Misterius di Serang Diamankan Polisi

Published

on

Teror

Kaplres Serang kota AKBP Komarudin dan Dandim 0602 Serang Letkol Czi Harry Praptomo saat melihat kondisi oranng yang diamankan di Kecamatan padarincang.(Banten Hits/Saepulloh)

Serang – Isu penyerangan terhadap tokoh agama di masyarakat Banten kian masif dan sudah meresahkan. Antisipasi hal itu akan meluas, Polres Serang Kota berhasil mengamankan dua orang tidak dikenal (OTK) didua lokasi yang berbeda.

Satu seorang wanita diperkirakan berusia 40 tahun diamakan disekitar rumah sakit Sari Asih Kota Serang, dan satu orang pria diperkirakan berusia 45 tahun diamankan di Kampung Ranca Sumur, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa (13/2/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Hits, wanita yang diamankan di Kota Serang tengah melakukan pengrusakan kaca Masjid rumah sakit Sari Asih, karena tidak dikenal dan tanpa memiliki identitas akhirnya diamankan petugas. Sementara pria yang diamankan di Kecamatan Padarincang, tengah menanyakan seseorang, warga langsung mencurigai warga langusng melakukan pengejaran.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengungkapkan, kedua orang tersebut sulit untuk diajak komunikasi, meski begitu ia belum bisa memastikan kedua orang tanpa identitas tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kita tidak bisa memastikan kondisi yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau tidak, hanya ahli atau dokter yang bisa menentukan,” ungkap Komarudin, Rabu (14/2/2017).

Jika sudah dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya oleh tim medis, polisi bisa mengungkap kasus yang dianggap telah meresahkan masyarakat. Ia menduga isu penyerangan pemuka agama dibuat oleh kelompok tertentu yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu, meningat tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik.

“Yang paling rentan yang paling mudah digunakan adalah isu SARA, atau menyentuh berbagai simbol-simbol agama, apakah itu para ulama, pendeta, Gereja maupun Masjid,” katanya.

Polres Serang Kota menghimbau kepada warga untuk selalu waspada dan langsung berkoordinasi dengan petugas jika ada hal-hal yang dianggpa mencurikan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.

“Yang saat ini sedang tren di tengah masyarakat itu orang gila isu menyerangan terhadap pemuka agama dan tempat ibadah. Ini tolong disikapi secara bijak silakan diamankan namun serahkan kepada petugas untuk kita cek lebih lanjut jangan ambil tindakan sendiri-sendiri,” tandasnya.(Zie)

Facebook

Trending