Connect with us

SENI & BUDAYA

Tokoh-tokoh Literasi Tionghoa Tangerang yang Karyanya Pernah Mendunia

Published

on

Azmi pemilik Meseum Pustaka Tionghoa Peranakan

Azmi, pemilik Meseum Pustaka Tionghoa Peranakan menunjukkan koleksi buko kuno soal Tionghoa.(Dok.Banten Hits)

Tangerang merupakan salah satu wilayah yang tak bisa dilepaskan dengan perkembangan peradaban etnis Tionghoa. Jejak peradaban Tionghoa yang masih berlangsung sampai hari ini di kota berjuluk Benteng adalah sebutan Cina Benteng untuk Tionghoa di Tangerang.

Dalam sebuah kesempatan, wartawan Banten Hits Yogi Triandono berbincang dengan pegiatan literasi di Tangerang, Azmi alias Daud. Meski bukan keturunan Tionghoa, lelaki asal Aceh ini memiliki ketertarikan khusus terhadap budaya Tionghoa. Hal itu dibuktikan dengan mendirikan Museum Pustaka Tionghoa Peranakan di wilayah Tangsel.

BACA JUGA: Gerakan Literasi Azmi “Daud”; Menyejajarkan Stigma Tionghoa Indonesia

Menurut Azmi, orang-orang Tionghoa yang pertama kali menetap di Tangerang pada masa awal peradaban hanya biasa hidup dengan berdagang dan bertani. Seiring perkembangan, keturunan Tionghoa di Tangerang ada juga yang menggeluti dunia kreatif yang mungkin tak lazim dilakukan etnis Tionghoa Tangerang pada saat itu.

Tokoh-tokoh Tionghoa Tangerang yang menggeluti dunia kreatif dan literasi yang paling populer adalah Oey Kim Tiang yang dikenal sebagai komikus dengan karyanya Komik OKT dan Ganesh Tiar Santosa alias Ganesh TH, pengarang cerita sekaligus komikus “Si Buta dari Goa Hantu”.

“Bicara sastra Tionghoa Melayu atau Melayu Betawi tidak terlepas dari sosok penting yan bernama Oey Kim Tiang, seorang penyadur cerita kenamaan di Indonesia. Beliau lahir di Tangerang dan melahirkan ratusan karya komik silat OKT,” kata Azmi.

Menurut Azmi, Oey Kim Tiang juga turut berperan dalam perkembangan Bahasa Indonesia saat ini. Melalui komik, ia menyebarluaskan Bahasa Melayu Tionghoa atau disebut juga sebagai Melayu Betawi ke Nusantara.

“Beliau nemiliki peran dalam (perkembangan) Bahasa Indonesia sekarang atau Bahasa Melayu Betawi dengan penyebaran buku-buku silatnya yang tersebar ke Nusantara,” ucap Azmi.

Oey Kim Tiang Lahir di Tangerang pada 1903 dan meninggal pada 1995 silam. Pada masa hidupnya Oey Kim Tiang sudah membuat sekitar 100 buku cerita.

Tokoh lainnya adalah Ganesh TH yang merupakan salah satu komikus terkenal asal Tangerang pada masanya.

“Saya ingin ceritakan lagi mengenai Ganesh TH yang lahir di Tangerang. Kalau bicara komik rasanya tidak ada yang tidak kenal (cerita) Si Buta dari Gua Hantu. Si Buta dari Gua Hantu adalah tokoh rekaan dari Ganesh TH yang sangat dikenal sosoknya pada era 70-an dan mempengaruhi budaya Indonesia,” tutur Azmi.

Ganesh TH membuat komik si Buta dari Gua Hantu yang di mana tokoh tersebut berkelana mengelilingi Nusantara mulai dari Banten hingga ke Sulawesi, Flores, Kalimantan, bahkan Bali sekali pun. Melalui komik tersebut, Ganesha sekaligus memperkenalkan Nusantara kepada masyarakat luas.

“Beliau begitu detail mengambarkan budaya-budaya di Indonesia. Melalui komik, ia perkenalkan Nusantara kepada masyarakat luas,” jelas Azmi.

Dua tokoh literasi kenamaan asal Tangerang ini, kata Azmi, merupakan sebuah perkembangan yang baik bagi dunia literasi, terlebih bagi peradaban Cina Benteng Tangerang yang saat itu dikesankan udik atau terbelakang.

“Ini menarik sekali bagaimana kita di Tangerang memiliki dua orang penting dalam perkembangan sastra dari wilayah di Indonesia,” tutup Azmi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending