Connect with us

METROPOLITAN

Ibu Hamil Alami Pendarahan di Angkot saat Melintasi Jalan Rusak di Lebak

Published

on

Kerusakan Jalan

Kondisi kerusakan jalan di ruas Rangkasbitung-Leuwidamar. Foto diambil sebelum dilakukan penutupan lubang jalan dengan batu oleh dinas pekerjaan umum setempat. (Foto: Istimewa)

Lebak – Kondisi ruas Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar tepatnya dari mulai daerah Girimukti Cimarga hingga perbatasan antara Kecamatan Cimarga dengan Leuwidamar memprihatinkan.

Hampir sepanjang 5 kilometer, kondisi jalan yang menjadi akses menuju wisata Baduy tersebut rusak parah. Kerusakan mulai dari kondisi jalan yang bergelombang, aspal mengelupas hingga lubang berdiamater besar.

Selain dikeluhkan warga dan pengguna kendaraan, parahnya kerusakan jalan juga membahayakan bagi wanita yang tengah hamil. Belum lama ini, seorang ibu berusia sekitar 32 tahun mengalami pendarahan hebat hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Salah seorang sopir angkot, Wawan (31) kepada Banten Hits menceritakan bagaiamana histerisnya perempuan yang duduk di bangku depan tersebut saat mengetahui dirinya mengalami pendarahan.

“Kalau tidak salah sekitar tiga minggu yang lalu. Dia naik dari daerah Jati (salah satu daerah di Leuwidamar) sama anaknya usianya sekitar tiga tahunan lah mau ke Rangkas. Karena memang lagi hamil, dia duduk di depan,” kata Wawan, Sabtu (17/2/2018).

BACA JUGA: Jalan Menuju Wisata Baduy Rusak Parah

Menyadari sedang membawa wanita hamil dengan kondisi jalan yang rusak, Wawan melaju kendaraannya dengan normal dan sangat berhati-hati saat melewati titik-titik kerusakan.

“Dia bilang umur kandungannya lima bulan. Saya hati-hati banget, karena takut juga jalan rusak begini bawa orang hamil. Tapi emang, kondisi jalan rusak kayak gitu susah banget dihindarinnya,” tuturnya.

Semula kata Wawan, perempuan yang mengenakan daster berwarna kuning dengan motif kembang tersebut tak menyadari bahwa dirinya mengalami pendarahan yang diduga disebabkan akibat guncangan kendaraan saat melintasi permukaan jalan yang rusak berlubang.

“Pas sampai di daerah Jampang Cimarga, anaknya ngomong ‘ibu kakinya berdarah’ pas saya lihat di bawah kaki perempuan itu udah banyak darahnya. Dia panik, saya juga ikut panik. Karena dari titik itu jalan sudah bagus, saya ngebut dan langsung saya antar ke rumah sakit (RSUD),” ungkapnya.

“Dia langsung telepon suaminya. Kayaknya keguguran itu mah, darah yang keluar banyak banget soalnya,” tambah Wawan.

Jika kondisi jalan masih rusak, ia menyarankan agar wanita hamil sebaiknya tidak melewati terlebih dahulu.

“Ya baiknya sih jangan dulu. Mau pakai motor atau mobil pribadi, soalnya bahaya kalau hamil. Rusaknya parah banget, kayaknya ini paling parah sih,” ucapnya.

BACA JUGA: Wahidin Halim: Dua Tahun Lagi, Tidak Ada Jalan Rusak

Meski saat ini sebagian lubang pada jalan sudah ditutup dengan menggunakan bebatuan oleh dinas terkait, namun hal tersebut menurut Wawan masih belum cukup.

“Masih ripuh (susah) batu-batunya besar dan belum rata juga. Cepet diperbaikilah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Wawan Kuswanto mengatakan, pertengahan tahun ini perbaikan akan dilakukan.

“Proses lelang akan segera dilaksanakan. Kemungkinan, sekitar Juni atau Juli perbaikannya,” kata Wawan, Rabu (7/2).(Nda)

Trending