Connect with us

GAYA HIDUP

Kamus Banten; Lokomotif Industri Musik Kreatif

Published

on

MUSISI DI BANTEN YANG TERGABUNG DALAM KAMUS BANTEN

Para musisi lokal di Cilegon yang tergabung dalam Komunitas Musisi alias Kamus Banten berfoto seusai kopi darat di Hotel The Royal Krakatau.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Talenta musisi di Banten, khususnya Kota Cilegon dinilai mampu menggerakkan industri musik kreatif di bumi berjuluk Tanah Jawara ini. Syaratnya, simpul-simpul energi kreatif yang ada dihimpun dan distimulus lewat goodwill pemangku kebijakan setempat.

Setidaknya itulah salah satu kesimpulan yang muncul saat musisi lokal di Cilegon yang tergabung dalam Komunitas Musisi (Kamus) Banten menggelar kopi darat di Shapir Cafe Hotel The Royale Krakatau, Rabu (28/2/2018) malam.

Kamus Banten yang berdiri sejak 2011 terbentuk lewat satu kesepahaman di antara para musisi lokal di Cilegon yang prihatin dengan minimnya kegiatan musik di Cilegon. Kamus Banten diharapkan mampu mengakomodir kepentingan seluruh musisi, baik kontemporer maupun tradisional.

Ketua Kamus Banten Surya Tria Brata mengungkapkan, meski sudah tiga periode kepengurusan, Kamus Banten baru muncul ke permukaan sekarang.

“Jika berbicara event atau acara bisa dibilang saat ini mengalami penurunan, sementara talenta para musisi khususnya Cilegon itu luar biasa. Jadi kenapa kita tindaklanjuti Kamus ini dengan tujuan sebagai wadah ekspresi dan silahturahmi dalam bermusik,” kata Tata.

Menurut pria yang akrab disapa Tata ini, saat ini tidak dipungkiri industri musik kreatif kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. Hal tersebut terlihat dari minimnya kesempatan yang diberikan pemerintah kepada para musisi Banten, khususnya di Kota Cilegon.

“Kurang diperhatikan musisi saat ini. Jika memang diperhatikan pasti akan banyak event-evant yang digelar. Karena memang bagai manapun juga harus sinkron dengan birokrasi di pemerintahan. Kita mempunyai konsep tapi jika pemerintah yang mempunyai anggaran tidak mendukung, ya tetap tidak berjalan. Bila sekadar menggunakan jalan (menggunakan) biaya sendiri pasti jauh hasilnya jika dibandingkan dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Tata berharap, Pemerintah Kota Cilegon dan Provinsi Banten memberikan kesempatan kepada para musisi lokal untuk tampil atau mengekspresikan talenta secara langsung pada kegiatan acara yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Tidak menutup kemungkinan dengan diberikannya kesempatan kepada kita (Kamus) dalam bermusik dapat meningkatkan motivasi para musisi. Kami meyakini bahwa (kemampuan musisi yang tergabung) Kamus Banten dapat disejajarkan dengan kapasitas musisi dengan skala nasional,” jelasnya.

Sekretaris Kamus Banten Johan Singandaru menambahkan, saat ini terdapat puluhan musisi lokal yang terdata dan tergabung dalam Kamus Banten. Namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat ratusan musisi yang masih belum terdata.

“Dengan kepengurusan yang ada kita memperkuat eksistensi Kamus itu sendiri, sehingga dapat menampung apirasi dari para anggota kamus yang saat ini berjumlah puluhan musisi. Namun masih banyak yang belum kita data. Dalam waktu dekat kita melakukan pendataan dengan komunitas musik terlebih dahulu. Jika person to person sangat banyak pastinya dan memakan waktu,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Johan, Kamus Banten telah menggelar kegiatan rutin setiap minggunya, seperti klinik gitar, bass dan drum, serta musik event.

“Ada perubahan ke depannya untuk membuat event-event dengan skala nasional sehingga nama Cilegon dapat terangkat dari sisi kesenian khususnya bermusik,” imbuhnya. (Rus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + seven =

Trending