Connect with us

METROPOLITAN

Mahasiswa UIN SMH Banten: Janji Kampanye WH-Andika Hilang bak Ditelan Bumi

Published

on

AKSI MAHASISWA UIN SMH BANTEN

Mahasiswa UIN SMH Banten saat menggelar aksi refleksi 10 bulan kepemimpinan WH-Andika.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Duet kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang sudah memasuki 10 bulan di Provinsi Banten, belum membawa perubahan yang signifikan terhadap perubahan Banten. Bahkan iming-iming janji saat kampanye kini hilang bak ditelan bumi.

Hal itu disuarakan Mahasiswa dari Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten saat menggelar aksi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang, Senin 12 Maret 2018.

FSOE UIN SMH Banten ini terdiri dari FAM, KMS 30, IPNU, Kumaung, Kumandang, Kumala AMC, Gempur IMC, dan Sapma PPNB UIN SMH Banten. Aksi digelar dalam rangka 10 bulan kepemimpinan WH-Andika.

Wartawan Banten Hits Saepulloh melaporkan, mahasiswa memulai aksi dengan long march dari dari kampus mereka yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Cipocok Jaya, menuju ke KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang. Aksi ini mendapat pengawalan ketat petugas Polres Serang Kota.

“10 Bulan Dongeng WH-Andika”

Selain aksi long march, spanduk putih bertuliskan “10 Bulan Dongeng WH-Andika” dengan tinta merah yang dibentangkan mahasiswa menyita perhatian.

Menurut mahasiswa, janjij-janji politik WH-Andika, seperti pendidikan gratis bagi SMA/SMK, program berobat gratis menggunakan KTP, pengentasan pengangguran, reformasi birokrasi dan program lainnya tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik buat warga Banten selama 300 hari ini.

“300 hari tidak memberikan dampak yang signifikan bagi warga Banten,” tegas Faqih Hilmi, salah seorang mahasiswa.

Mahasiswa juga menuding, program yang diwacanakan Pemprov Banten dinilai hanya omong kosong. Buktinya biaya pendidikan masih mahal dan pengangguran menjadi pretasi buruk di Indonesia.

“Padahal warga Banten menaruh harapan besar kepada kepemimpinan WH-Andika menjadi juru selamat untuk memberikan solusi dan inovasi untuk warga Banten. Program unggulan hilang entah ke mana, birokrasi semerwaut dan bekerja tidak sesuai tupoksi,” tudinganya.

Mahasiswa mendesak WH-Andika harus segera merealisasikan janji-janji kampanye seperti program berobat gratis menggunakan KTP, penuntasan gizi buruk di Banten, pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK. Mahasiswa juga meminta fasilitas pendidikan melalui percepatan pembangunan segara direalisasikan.

Sebelumnya, disinggung 10 bulan kepemimpinanya, WH meminta warga Banten sabar menunggu realisasi program-program dari Pemprov Banten. Pada 10 bulan masa kepemimpinannya saat ini, kata WH, rakyat sebaiknya tidak menagih janji-janji kampanye.

“10 bulan kok ditagih? Orang hamil ditagih. 10 bulan baru punya anak. (Gubernur) program kerjanya lima tahun, lihat aja nanti lima tahun,” kata WH.(Rus)

Trending