Connect with us

EKONOMI & BISNIS

PT Chandra Asri Petrochemical Dongkrak Produksi Polietilena 400 KTA Pertahun

Published

on

PT SYNETHETIC RUBBER INDONESIA

FOTO Ilustrasi: media gathering PT Synethetic Rubber Indonesia (SRI) anak grup PT Chandra Asri Petrochemical.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Cilegon – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), perusahaan yang memproduksi biji plastik di lingkungan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon targetkan proyek pengembangan New Polyethylene (NPE) yang saat ini sudah berjalan satu bulan akan segera rampung pada Oktober tahun 2019.

BACA JUGA: Warga Cilegon Minta Pembangunan Pabrik Ban Synethetic Rubber Indonesia Dihentikan

Senior Manager CSR PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) Abraham Sinatrawan kepada awak media melalui siaran persnya, Rabu 14 Maret 2018 mengatakan, meski baru satu bulan berjalan, progres pekerjaan sudah mencapai 30 persen sejak seluruh jenis perizinan dikantongi.

“Harapan kita proyek ini dapat rampung sesuai target yaitu pada Oktober 2019,” ujarnya.

BACA JUGA: Disnaker Hentikan Rekrutmen Karyawan PT Synethetic Rubber Indonesia

Abraham mengungkapkan, dengan menghabiskan dana sebesar US$350 juta serta menggandeng PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) sebagai kontraktor pembangunan pengembangan proyek NPE, serta para pengusaha lokal proyek pengambangan itu diharapkan pula akan mendongkrak produksi polietilena per tahun sekira 400 kilo ton per annum (KTA) dari yang sebelumnya di kisaran 336 KTA.

“Kita mencoba untuk memenuhi permintaan pasar polietilena di tanah air yang saat ini diperkirakan sekitar 1,4 juta ton per tahun,” imbuhnya

BACA JUGA: Mediasi Deadlock, Warga Cilegon Tolak Harga Pembebasan Lahan PT Synethetic Rubber Indonesia

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan secara prinsip seluruh item perizinan perusahaan yang memproduksi biji plastik terbesar di Asia itu telah selesai dikerjakan.

BACA JUGA: KPK Segel Kantor DPMPTSP Kota Cilegon

“8 dari 11 item perijinan yang di ajukan di antaranya sudah selesai, yang terakhir kemarin itu IMB. Sisanya itu masuk dalam rencana mereka yang akan melakukan perluasan lagi dan dalam waktu dekat akan di-launching, itu sedang diurus, masih berproses,” ungkapnya. (Rus)

Facebook

Trending