Connect with us

Agenda PANWASLU

Diperiksa Panwaslu, Ini Ucapan Bupati Lebak Petahana yang Dinilai Intimidasi Pemilih

Published

on

DIPERIKSA PANWASLU, INI UCAPAN ITI OCTAVIA JAYABAYA

Calon bupati Lebak petahana Iti Octavia Jayabaya diperiksa Panwaslu terkait dugaan intimidasi pemilih.(FOTO: Istimewa)

Lebak – Calon bupati Lebak petahana Iti Octavia Jayabaya diperiksa Panwaslu Lebak, Minggu malam, 25 Maret 2018 sekitar pukul 19.20 WIB.

Anak Ketua Kadin yang juga mantan bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini seharusnya menjalani pemeriksaan sehari sebelumnya di Panwaslu Lebak. Namun, Iti hanya mengirim kuasa hukumnya.

“Selama tidak bentrok dengan acara partai, Insya Allah saya pasti datang. Saya masih taat hukum. Dan saya sudah memberikan keterangan kepada Panwas. Jadi kemarin pas ada undangan dari Panwas saya delegasikan kepada tim saya, lantaran saya ada acara partai di Tangerang yang harus dihadiri,” kata Iti menjelaskan alasan ketidakhadirannya kepada wartawan di halaman sekretariat Panwas Lebak.

Saat menjalani pemeriksaan di Panwaslu, Iti yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat terlihat mengenakan baju kebesaran partainya.

Ketua Panwas Lebak Ade Jurkoni mengatakan, setelah Iti memenuhi undangan klarifikasi, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu sebelum kemudian nanti akan membuat status laporannya.

Dilaporkan Gerakan Baju Koko

Iti Octavia Jayabaya diperiksa Panwaslu menyusul laporan Ketua Gerakan Barisan Juang Kolong Kosong (Baju Koko) Ahmad Hakiki Hakim. Gerakan Baju Koko melaporkan Iti terkait pernyataannya saat launching bakal calon anggota legislatif Partai Demokrat di Hotel Ledian, Kota Serang, Sabtu malam, 17 Maret 2018.

Saat acara itu, Iti menyampaikan fenomena kotak kosong di Kabupaten Lebak merupakan bentuk kepercayaan masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggi kepada dirinya.

BACA JUGA: Pegiat Demokrasi Sebut Kotak Kosong Kemunduran, Iti Octavia Jayabaya Justru Bangga

Masyarakat yang mendeklarasikan pendukung kotak kosong, kata Iti, telah membuat proses demojjrasi yang tidak sehat. Mereka juga dianggap tidak menghargai kepemimpinan bupati sebelumnya.

“Itu demokrasi yang tidak sehat. Bagaimana kalo tidak memilih, mengajak kotak kosong. Saya sampaikan yang berada di kampanye kotak kosong, anaknya dapat dana bos berati tidak menghargai pemerintah seperti di lebak yang saya pimpim,” ujar Iti Kepada awak media.

Tak cukup sampai di situ, Iti menegaskan, jika nanti dirinya terpilih kembali menjadi Bupati Lebak, masyarakat pendukung kotak kosong dipersilakan minta bantuan ke kotak kosong.

“Kalo minta bantuan, ya bantuan ke kotak kosong jangan ke pemerintah,” tukasnya.(Rus)

Trending