Connect with us

OLAHRAGA

Punya Sebutan Tanah Jawara, Pencak Silat di Banten Belum Torehkan Prestasi Signifikan

Published

on

FESTIVAL PENCAK SILAT DI BANTEN

Siswa asal Kota Serang mementasan pencak silat dalam Festival Pencak Silat Banten 2018. Pencak silat di Banten disebut belum mampu menorehkan prestasi.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Cabang olahraga pencak silat di Banten belum menorehkan prestasi yang menggembirakan di pentas olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON)

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banten Deden Apriandhi usai membuka Festival Pencak Silat Banten 2018 di halaman Meseum Negeri Banten, Jalan KH Brigjen Samun, Kota Serang, Sabtu, 31 Maret 2018.

“Faktanya memang pencak silat di Banten belum menorehkan hasil yang menggembirakan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), apalagi di ajang yang lebih luas,” terang Deden.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Banten Mayjen Pol (Purn) Rumiah menambahkan, pada perhelatan PON XIX di Bandung, pencak silat hanya menyumbangkan medali perunggu.

“Kami berharap PON yang akan datang bisa menyumbangkan medali emas. Soal atlet-atlet pencak silat, KONI menyerahkan pada pengurus cabang olahraga masing-masing. Sasaran lainnya adalah meningkatkan peringkat olahraga di Banten dari peringkat ke-13 menjadi ke-10,” katanya.

Minimnya prestasi pencak silat di Banten adalah ironi, mengingat Banten punya sebutan Tanah Jawara. Banten juga dikenal memiliki banyak perguruan silat.

Festival Pencak Silat Banten Tahun 2018 diikuti 34 regu yang berasal dari peguron maupun dari anak-anak SD dan SMP. Acara dihadiri Ketua Ikatan Pencak Silat Indonsia (IPSI) Banten Ajat Sudrajat, Ketua Asosiasi Seni Beladiri Banten Indonesia (ASBI Aeng Khaerudin dan sejumlah undangan lainnya.

Pencak Silat Jadi Mulok

Meski demikian, Deden menargetkan cabang olahraga silat menjadi lumbung untuk meraih prestasi di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Target itu bisa direalisasikan dalam waktu lima tahun ke depan, setelah cabang olahraga ini menjadi muatan lokal (Mulok) di pendidikan dasar dan menengah.

“Lima atau sepuluh tahun ke depan, diharapkan mereka menjadi tulang punggung bagi perkembangan dan peraihan prestasi dari cabang olahraga ini,” ucap Deden.

Dalam konteks gagasan pencak silat menjadi mulok, lanjut Deden, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus mampu melakukan pembinaan secara berkesinambungan yang akan mendorong pada peraihan prestasi.

Deden menjelaskan, Festival Pencak Silat Banten 2018 ini, dihadiri peserta yang kebanyakan berasal dari SD dan SMP.

“Mereka itu hasil dari diterapkannya mulok dalam dua tahun terakhir. Nanti kita lihat 3-5 tahun ke depan,” tambahnya.

Rumiah mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Pemprov Banten dalam melakukan kaderisasi para pesilat. Sebab prestasi yang diraih atlet tidak bisa dilakukan seketika. Kaderisasi dan pembinaan atlet pencak silat melalui Mulok, misalnya terbukti mampu mengangkat prestasi di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), yaitu pencak silat menduduki rangking pertama.

Pencak Silat Jadi Basis Olahraga dan Seni Beladiri

Anggota Komisi V DPRD Banten Encop Sopiah mengatakan, Pemprov dan DPRD Banten wajib mendorong pertumbuhan Pencak Silat. Alasannya, pencak silat memiliki akar kuat hingga ke tingkat akar rumput.

“Kalau sudah begini, maka Pemprov dan DPRD Banten bersifat wajib menjadikan pencak silat sebagai basis olahraga dan seni beladiri dibandingkan cabang olahraga lainnya,” tegas Encop.

Encop Sopiah mengingatkan, Pemprov Banten sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Banten tentang Keolahragaan. Berdasarkan perda itu, Gubernur Banten akan menerbitkan peraturan gubernur tentang muatan lokal (Mulok) pencak silat bagi sekolah menegah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Sesuai kewenangan dalam Undang-undang No.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, SMA dan SMK menjadi kewenangan Pemprov.

“Sedangkan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengatur soal Mulok Pencak Silat melalui peraturan bupati atau peraturan walikota, sesuai dengan kewenangannya,” imbuhnya.(Rus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 4 =

Trending