Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Hanif Dhakiri Jamin Kualitas Lulusan BLK Lebih Baik dari Diploma III

Published

on

Hanif Dhakiri

Menaker Hanif Dhakiri mengungkapkan, 100 persen lulusan program teknisi industri bisa terserap ke pasar kerja. (Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Kualitas lulusan teknisi industri Balai Latihan Kerja (BLK) dinilai setara bahkan lebih baik dari Diploma III (D3). Untuk membuktikannya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mempersilahkan perusahaan menguji langsung kompetensinya.

“Saya bisa katakan, teman-teman jurusan teknisi industri lulusan BLK Serang kualitasnya tidak kalah bahkan lebih baik dari lulusan D3. Nanti silahkan dites, karena mereka ini sudah mengikuti uji kompetensi,” kata Hanif, usai memberikan sertifikat kompetensi kepada 375 peserta Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Senin (2/4/2018).

Program teknisi industri yang pelatihannya dilakukan selama dua tahun merupakan program unggulan BLK Serang. Program tersebut salah satu yang sangat match (sesuai) dengan kebutuhan industri sehingga lulusannya terserap 100 persen ke pasar kerja.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, 100 persen alumni program teknisi industri bisa terserap ke pasar kerja. Karena, selama di BLK mereka dilatih dengan orientasi yang lebih banyak praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan industri,” terang Hanif.

Untuk itu, Hanif meminta kepada dunia industri tidak memperlakukan lulusan teknisi industri seperti lulusan SMA biasa. Pasalnya, meski berijazah SMA atau SMK, namun mereka memiliki sertifikat kompetensi.

“Mereka ini anak-anak yang luar biasa. Jadi tidak kalah jika dibandingkan dengan yang lulusan politeknik selama tiga tahun,” ungkapnya.

Menaker berpesan kepada pengurus Forum Komunikasi Industri BBPLK Serang periode 2018-2021 yang baru dilantik agar merekrut tenaga kerja berdasarkan sertifikat kompetensi.

“Saya sudah sampaikan, saya minta kepada kalangan industri kalau ada lowongan kerja syaratnya jangan hanya mencantumkan pendidikan formal tapi berikan juga syarat yang terkait dengan sertifikasi kompetensi atau sertifikasi profesi,” tuturnya.

Sertifikat kompetensi atau profesi sambung Hanif bisa digunakan para pencari kerja yang memang tidak memiliki ijazah SMA.

“Contoh ada lowongan pekerjaan tertentu syaratnya lulusan SMA sederajat atau memiliki sertifikasi kompetensi,” ucapnya.

Lebih lanjut Hanif menekankan kembali tentang pentingnya mengikuti pelatihan kerja yang tidak kalah keren dengan sekolah formal.

“Pelatihan kerja itu juga keren. Jadi bukan hanya sekolah yang keren, pelatihan kerja juga keren. Pelatihan kerja yang menjembatani kalian untuk bisa masuk ke pasar kerja atau memulai usaha,” katanya.

“Ingin kerja harus punya kompetensi, ingin usaha juga harus punya kompetensi. Jadi begitu kita ikut pelatihan kerja ada dua ruang yang terbuka, yaitu ruang masuk ke dunia kerja dan ruang menjadi wirausaha mandiri menciptakan pekerjaan bagi orang lain,” papar Hanif.

BBPLK Serang memiliki dua kejuruan, yaitu kejuruan las dan kejuruan listrik. BBPLK Serang telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima balai besar yang melaksanakan program 3R (Reorientasi, Revitalisasi dan Rebranding) di lingkungan Kemenaker.

Program reorientasi di BBPLK Serang dilakukan dengan menetapkan kejuruan unggulan di BBPLK Serang yaitu kejuruan las dan kejuruan listrik. Hal ini diharapkan agar BBPLK Serang dapat lebih fokus dalam pengembangan dan massive dalam melaksanakan pelatihan untuk kejuruan las dan kejuruan listrik yang dibutuhkan oleh dunia kerja.(Nda)

Trending