Connect with us

METROPOLITAN

Polda Banten Tangkap Penjual Bibit Lobster, 10.312 Ekor Diamankan

Published

on

Bibit Lobster

Direskrimsus Polda Banten, Kombes Abdul Karim memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangakapan penjual bibit lobster. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap pelaku lain. (Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Ditreskrimsus Polda Banten bersama Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Merak berhasil menangkap W dan UY, penjual dan pengepul bibit lobster di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Kamis (12/4/2018).

“Tersangka W membeli kemudian mengumpulkan dan dijual lagi ke BR yang saat ini DPO,” kata Direskrimsus Polda Banten, Kombes Abdul Karim, Jumat (13/4).

Selain BR, satu orang penadah yang juga masih diburu polisi adalah berinisial UU.

Sebanyak 10.312 ekor bibit lobser jenis pasir, 61 jenis mutiara, 2 buah styrofoam, tabung, uang Rp7.450.000, 29 toples plastik, 1 cangkir, dan 4 blower angin diamankan petugas.

“W dan UY kita kenakan Pasal 29 UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang sudah diubah dengan UU Nomor 45 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar,” terang Karim.

Polisi akan terus melajukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lainnya dalam praktik yang sudah berlangsung selama enam bulan tersebut.

“Di jual kemana saja, yang jelas ini luar daerah. Selama enam bulan ini sudah beberapa kali pengiriman. Banten bagian selatan memang rawan illegal fishing,” sebutnya.

Kepala SKIPM Merak M. Hanafi menjelaskan, budidaya lobster tidak dilarang. Namun, jika mengambil lobster dari laut dengan berat kurang dari 200 gram maka melanggar undang-undang.

“Kalau di atas 200 gram itu boleh dikirim dan dibudidaya. Penangkapan dengan kondisi lobster masih kecil akan merusak kelestariannya,” imbuhnya.(Nda)

Trending