Connect with us

METROPOLITAN

Mangrove di Kampung Patikang, Antisipasi Banjir dan Potensi Wisata Edukasi

Published

on

Kampung Mangrove Wisata Edukasi di Banten

Selain sebagai upaya antisipasi banjir, tanaman mangrove yang ditanam warga Kampung Patikang juga bisa menjadi wisata edukasi masyarakat. (Foto: Engkos Kosasih/Banten Hits)

Pandeglang – Kampung Patikang di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah langganan banjir jika air laut pasang. Maklum saja, kampung yang ditempati 30 kepala keluarga ini terhubung ke pesisir pantai.

Untuk mengantisipasinya, warga di Kampung Patikang menanam mangrove alias pohon bakau di halaman maupun sekeliling rumah mereka. Hampir setiap hari, magrove ditanam oleh warga yang menetap di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung tersebut.

“Biasanya (menanam) kalau lagi lagi libur melaut, bibitnya didapat sendiri dari pohon mangrove yang sudah berbuah, banyak di sini. Pondasi rumah di sini memang tinggi-tinggi karena sering banjir,” kata Aman salah seorang warga saat berbincang dengan Banten Hits, Sabtu (14/4/2018).

Untuk mendapat air bersih, warga Patikang yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan harus menempuh jarak ratusan meter. Untuk itu, mereka membutuhkan sarana air bersih dan MCK.

“Banjir atau enggak banjir di sini susah air bersih, harus ngambil airlumayan jauh dan cuma ada satu sumur,” katanya.

Potensi Kampung Patikang

Banyaknya mangrove di kampung ini bukan tidak mungkin bisa disulap menjadi taman mangrove seperti di Kampung Nipah Sumatera Utara yang menjadi wisata edukasi masyarakat. Melihat potensi tersebut, Pokdarwis Putri Gundul berniat menjadikan Kampung Patikang menjadi Kampung Mangrove, dan Kampung Pelangi. Hal ini juga agar kampung tersebut tidak terlihat kumuh.

“Masyarakat di sini harus pro aktif, harus punya kreativitas, karena di sini memiliki potensi wisata. Penanaman mangrove ini selain untuk mengantisipasi banjir, ke depan dapat dijadikan wisata edukasi,” kata Deden, Ketua Pokdarwis Putri Gundul.

“Ke depan bibit mangrove itu akan kita coba kembangkan, karena jika di rawat bibit mangrove mempunyai nilai jual yang lumayan untuk menutupi kebutuhan masyarakat saat tidak melaut,” tambahnya.(Nda)

Facebook

Trending