Connect with us

Kota Tangerang

Ngaji Bareng Kang Rashied, Begini Pesan Arief Wismansyah kepada Ratusan Jemaah

Published

on

Arief Wismansyah

Arief Wismansyah berpesan kepada jemaah yang hadir untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: Istimewa)

Tangerang – Calon Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menggelar ngaji bareng di Jalan Sinar Hari Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (4/5/2018).

Diikuti 300 jemaah kaum ibu dan remaja perempuan dari Majelis Taklim Asmaul Husna, ngaji bareng dihadiri penceramah Kang Rashied, pimpinan majelis taklim dan sejumlah ulama.

Dalam kesempatan tersebut. Arief mengucapkan terima kasih atas sumbangsih warga dalam menata lingkungannya sebagai tempat hunian yang nyaman dan aman. Program pembangunan yang sudah berjalan diakuinya telah banyak dirasakan warga. Salah satunya Kampung PHBS yang telah banyak dibangun harus dijaga dan dirawat.

“Banyak manfaat yang didapat. Mulai dari peningkatan ekonomi melalui program Tangerang Berkebun, kemudian pemukiman tidak banjir karena sudah ada lubang biopori, dan rumah terasa nyaman karena penghijauannya,” ujarnya.

Arief berpesan, masyarakat harus bisa menjaga dan meningkatkan lebih baik lagi sehingga hunian tidak lagi sebagai tempat istirahat, melainkan sebagai tempat edukasi bagi anak-anak dan warga lainnya. Sebab, Kota Tangerang kini telah menjadi kota yang layak dikunjungi.

“Banyak warga yang menjual hasil tanamannya. Ini yang harus terus dijaga. Karena Kampung PHBS Kota Tangerang sudah banyak dicontoh,” ujarnya.

Arief menekankan tentang menjaga hubungan silaturahmi yang menurutnya sangat penting dalam membangun kebersamaan terutama membangun kota. Hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang selalu menjalin hubungan silaturahmi dalam keadaan apapun.

Menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari agar warga tak mudah terpecah belah terutama adanya provokasi dari luar.

Lebih lanjut kata dia, perkembangan teknologi informasi saat ini harus dipahami dengan seksama untuk keperluan yang positif, bukan lagi menjadi pemecah persatuan dan kesatuan.

“Persatuan warga ini harus terus dijaga dengan nilai-nilai agama dan selalu utamakan silaturahmi untuk kebersamaan,” kata Arief kembali mengingatkan.

Suka atau tidak saat, masyarakat harus menghadapi era globalisasi yang tak lagi cepat tetapi mengalami lompatan. Agama sebagai benteng utama harus terus diperbarui sehingga sisi negatif dari perkembangan teknologi dapat diantisipasi.

“Kita harus menjadi contoh bagi warga lainnya. Maka itu kita mulai dari keluarga dan diri kita lalu menata kota ini menjadi kota yang nyaman dan aman,” tutupnya.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 5 =

Trending