Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Harga Telur Ayam di Pasar Rangkasbitung Mulai Naik, Komoditas Lain Diperkirakan Menyusul

Published

on

Harga Telur

Harga telur ayam mulai merangkak naik. (Foto: Ananda Deni/Banten Hits)

Lebak – Harga telur ayam di pasar tradisional Rangkasbitung mulai merangkat naik. Kenaikan yang sudah terjadi sejak akhir April 2018 dinilai masih dalam batas wajar.

“Naik Rp1.000 per kg, dari Rp23.000 menjadi Rp24.000,” kata Kasi Pengadaan dan Penyuluhan Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Ihda Thifla Bayiza, Kamis (3/5/2018).

Kenaikan komoditas memang sulit dihindari ketika menghadapi bulan Ramadan maupun hari-hari besar lainnya. Meski belum bisa dipastikan berapa persen kenaikannya, namun kenaikan pada komoditas lainnya diperkirakan akan segera terjadi.

“Terutama daging ayam, daging sapi dan minyak goreng,” ujarnya.

Saat ini, harga minyak goreng masih berkisar Rp14.000-15.000 per liter, daging ayam Rp34.000-Rp36.000 dan daging sapi Rp118.571-Rp120.000. Begitu pula pada harga bumbu dapur yang dianggap masih stabil. Misalnya, cabai merah keriting Rp 41.000 per kg dan cabai merah besar Rp50.000.

“Sedangkan untuk cabai rawit Rp28.857 per kg. Bawang merah naik Rp200 dari sebelumnya Rp28.000 menjadi Rp 28.286,” ujar Ihda.

Masih stabilnya harga sejumlah komuditas tersebut dipengaruhi karena masih banyaknya stok yang tersedia.

“Pemantauan dilakukan di tujuh pasar tradisional yakni, Rangkasbitung, Warunggunung, Maja, Muncang, Banjarsari, Malingping dan Bayah,” urainya.

Juhariah salah satu pedagang di Pasar Rangkasbitung berharap di tengah keterbatasan modal, tidak ada gejolak pada harga.

“Kita mengandalkan stok dari bos, kalau di sana naik ya pasti ikut naik, karena kalau tidak, susah balik modal,” imbuhnya.(Nda)

Trending