Connect with us

Kota Tangerang

Nonton Wayang Bareng Warga di Ciledug, Arief Wismansyah: Lestarikan Budaya

Published

on

Arief Wismansyah

Arief Wismansyah berharap agar kebudayaan senantiasa dijaga dan dilestarikan (Foto: Istimewa)

Tangerang – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah-Sachrudin menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama ratusan warga, di parkiran Central Business District (CBD) Ciledug, Sabtu (5/5/2018) malam.

BACA JUGA: Arief Minta Dukungan Warga Sukseskan Pilkada

Para pecinta wayang kulit yang datang datang dari berbagai penjuru Kota Tangerang, mulai dari muda dan tua, lelaki dan perempuan antusias menyaksikan kesenian tradisional yang mengambil lakon ‘Semar Boyong’ dengan dalang Ki Kukuh Bayu Aji dari Banyumas, Jawa Tengah. Nampak hadir pula Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Gatot Wibowo dan sejumlah tamu lainnya.

Arief mengapresiasi masyarakat Kota Tangerang yang tetap mencintai kesenian tradisional di tengah arus modern yang terus berkembang.

“Harapan saya adalah tentu masyarakat mencintai dan melestarikan budayanya, kapan pun dan di mana pun. Sebab, budaya menjadi salah satu identitas masyarakat Indonesia,” kata Arief.

Arief mengingatkan, masyarakat Kota Tangerang adalah masyarakat multi kultur. Sebab segala suku, adat istiadat serta budaya dan agama hidup saling berdampingan.

“Saya mengajak, mari jaga persatuan dan kesatuan,” serunya.

Ia berharap, keragaman yang ada di Kota Tangerang tidak memecah belah masyarakat, justru sebaliknya harus menyatukan. Jadikan keberagaman adalah kekayaan yang harus senantiasa dijaga.

BACA JUGA: Ngaji Bareng Kang Rashied, Begini Pesan Arief Wismansyah kepada Ratusan Jemaah

Lebih lanjut Arief menuturkan, selain sebagai ajang melestarikan seni dan budaya tradisional masyarakat Indonesia, pagelaran wayang juga sebagai upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai kota wisata.

“Event ini bagian dari wisata juga,” ucapnya.

Salah satu penonton, Legono (43) mengaku rindu dengan pagelaran wayang kulit tersebut.

Pria asal Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengaku kangen akan kesenian tradisional seperti wayang kulit.

“Kalau di sini kan sebetulnya sudah agak jarang ya. Kalau bisa digelar secara rutin lah, ya sebulan atau dua bulan sekali ndak masalah,” ujar pria asal Bantul yang tinggal di Karang Tengah ini.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =

Trending