Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Stok Daging Kurang 3.000 Ton, Distanak Banten Andalkan Impor

Published

on

Pedagang Daging

Distanak Banten menyebut kebutuhan daging selama Ramadan kurang 3.000 ton. (Foto: Pedagang daging di Rangkasbitung/Dok. Banten Hits)

Serang – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten memperkirakan, stok daging yang tersedia masih kurang untuk mencukupi kebutuhan selama bulan Ramadan.

Kepala Distanak Banten Agus M Tauchid menyebut, Banten masih kekurangan 3.000 ton. Namun, ia tidak menyebut berapa stok daging yang tersedia saat ini.

Namun, Agus tak khawatir terkait kekurangan tersebut. Untuk menutupi kekurangan, Distanak Banten mengandalkan impor daging beku serta daging yang dimiliki Bulog.

“Kami minta bantuan untuk mengkampanyekan daging beku, itu sehat, higienis. Nanti ada kampanye daging beku itu tidak enak nanti kita repot. Perlu kita edukasi juga masyarakat,” kata Agus kepada awak media, Jumat (11/5/2018).

Sementara untuk stok beras, berdasarkan datang yang ada dan penghitungan tingkat konsumsi masyarakat setiap bulan, Agus mengklaim ketersediaannya aman.

Sedangkan kata Agus, kebutuhan cabai dan bawang dipastikan membutuhkan perdagangan antar provinsi. Pasalnya, tingkat produksi cabai di Banten baru mencukupi 15 persen.

“Kalau bawang baru 5 persen. Makanya kalau cabai dan bawang kita mengandalkan perdagangan antar provinsi. Berarti menjaga rantai pasokan supaya tidak terganggu,” jelasnya.

Begitu pula telur dan daging ayam. Meski stoknya disebut mencukupi. Namun, sampai saat ini, Distanak Banten belum mengetahui berapa jumlah produksi yang dikeluarkan industri keluar dan ke dalam.

“Berdasarkan data yang kita miliki itu cukup,” pungkas Agus.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =

Trending