Connect with us

Kota Serang

Panwaslu Ingatkan Kecurangan di TPS Rawan Terjadi saat Isoma

Published

on

Simulasi Penghitungan di TPS

Simulasi pemilihan dan penghitungan suara Pilkada Kota Serang. Panwas mengingatkan, TPS tidak dalam kondisi sepi karena rawan terjadi kecurangan. (Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Kecurangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dinilai rawan terjadi saat waktu isoma. Pasalnya, saat isoma TPS dalam kondisi sepi karena ditinggal petugas.

“Agar TPS tidak kosong maka anggota KPPS, pengawas, dan saksi harus makan di TPS,” kata Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono, di sela-sela kegiatan simulasi penghitungan suara, di Alun-alun Barat Kota Serang, Senin (14/5/2018).

Kecurangan dengan memanfaatkan kondisi TPS yang sepi semisal mengubah coblosan pada surat suara. Untuk itu panwas berharap, TPS tidak dalam kondisi kosong.

“Karena bila kosong maka bisa terjadi kecurangan,” ujarnya.

Terkait dengan simulasi penghitungan suara, Rudi menerangkan, kesalahan-kesalahan memang sengaja dilakukan guna mengetahui kesiapsiagaan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018 nanti.

“Sengaja kita lakukan kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi di TPS supaya pelaksanaan siap. Kita pun antisipasi kecurangan-kecurangan,” jelasnya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah satu pemilih yang masuk ke dua TPS atau pemilih yang menggunakan surat undangan/pemberitahuan memilih (formulir C6) atas nama orang lain.(Nda)

Trending