Connect with us

METROPOLITAN

Anggota LSM dan Petani Jadi Terdakwa Korupsi Bantuan Penanggulangan Padi Puso di Pandeglang

Published

on

SIDANG Korupsi Bantuan Penanggulangan Padi puso di Pandeglang

Sidang kasus korupsi bantuan penanggulangan padi puso di Pandeglang dengan terdakwa anggota LSM JP3B dan sekretaris kelompok tani digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu, 24 Mei 2018. (Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Dua anggota LSM Jaringan Pemuda Peduli Pembangunan Banten (JP3B), Tb. Delly Suhendar dan Darwin, bersama Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Cikeusik Karneli menjadi terdakwa kasus korupsi Bantuan Penanggulangan Padi Puso di Pandeglang.

Sidang kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1,024 miliar ini digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tipikor Serang, Kamis, 24 Mei 2018. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hakim Mardison.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang Ucup Supriatna menyebut Para terdakwa telah menyelewengkan dana bantuan untuk petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen (puso) pada 2013 lalu di Pandeglang. Dana penyisihan dari para gapoktan Rp 749.340.000 dibagi–bagi untuk pihak muspika, pengurus gapoktan dan oknum LSM.

Saat membacakan dakwaan untuk Delly Suhendar, Uucp menyebut, Delly menikmati Rp 295 juta dari bantuan yang seharusnya disalurkan ke petani di Pandeglang yang gagal panen ini.

“Bahwa Terdakwa telah mendapakan keuntungan sejumlah Rp 295.000,000, atau setidak-tidak sekitar jumlah itu, padahal terdakwa selaku Ketua Lembaga Jaringan Pemuda Peduli Pembangunan Banten (JP3B) tidak boleh menerima keuntungan,” kata Ucup.

Kemudian, terdakwa Darwin mendapatkan keuntungan sejumlah Rp 92.900.000 atau setidak-tidak sekitar jumlah tersebut. Padahal, kata Ucup, sebagai anggota JP3B tidak boleh menerima keuntungan berupa apa saja yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Dana Bantuan Penanggulangan Padi Puso (BP3)

Usai membacakan dakwaan terdakwa Delyy yang didampingi dua kuasa hukum pada persidangan selanjutnya tidak akan mengajukan eksepsi yang akan dilaksanakan Rabu, 30 Mei 2018 yang mengagendakan pemeriksaan keterangan saksi. Lalu sidang pun akhirnya dilanjutkan kepada Darwin dan Karneli di ruang sidang Sari.(Rus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =

Trending