Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Menjamur di Cilegon

Published

on

Jasa Penukaran Uang

Jasa penukaran uang baru jelang Idul Fitri mulai menjamur di Kota Cilegon. Salah satunya di jalan protokol, tepatnya di depan Ramayana Cilegon. (Foto: Iyus Lesmana/Banten Hits)

Cilegon – Menjelang hari raya Idul Fitri, jasa penukaran uang baru mulai menjamur di Kota Cilegon.

Uang baru dengan pecahan mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp20.000 tersedia bagi masyarakat yang mau menukarkan uangnya tanpa harus mengantre di bank.

“Biasanya mulai ramai banget H-5 karena atau pas bank mulai pada tutup,” tutur Mario (23) salah satu penyedia jasa penukaran uang saat berbincang dengan Banten Hits, Senin (4/6/2018).

Uang-uang baru tersebut ia dapat dari Kota Tua Jakarta. Setiap 100 lembar uang baru yang ditukarkan, Mario mengambil biaya jasa penukaran Rp6000.

” Kita ambil dari Jakarta, kalau sekarang per 100 lembar dikenakan Rp6.000 rupiah. Mereka gak masalah sih segitu,” ujarnya.

Mario mengaku, permintaan penukaran uang baru jelang hari raya memang cukup tinggi. Dala sehari jika ramai, bisa jutaan rupiah uang yang ditukar.

“Ngambil uang barunya dari bos, satu hari berapa juta gitu. Tapi kalau tidak habis sisanya kita kembalikan. Kita dibayar harian satu hari 100 ribu biasanya cuma sampai 10 hari ya lumayan buat beli baju anak,” katanya.

Anggi salah satu warga mengaku terbantu dengan jasa penukaran uang yang mangka di pinggir jalan. Pasalnya, ia tidak perlu repot-repot mengantre di bank.

“Bayar Rp6000 dan enggak usah antre, kebantu banget,” tuturnya.(Nda)

Trending