Connect with us

Berita Pemda

WH Minta Baznas Tak Segan Tagih Zakat ke Pejabat: Kalau Perlu Datangi Rumahnya

Published

on

Wahidin Halim Haziri Gebyar Zakat

Jika dikelola dengan baik, zakat mampu mengalahkan APBD. Hal itu dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim saat menghadiri Gebyar Zakat di pendopo gubernur. (Foto: Istimewa)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Banten meningkatkan kesadaran membayar zakat. Pasalnya, bukan hanya sekedar kerelaan, zakat merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

“Zakat itu membersihkan jiwa dan untuk kebaikan kita. Ini harus digalakkan,” kata WH saat menghadiri Gebyar Zakat 2018 di pendopo gubernur, Kota Serang, Rabu (6/6/2018).

WH menyarankan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banten untuk jemput bola.

“Kalau perlu dikawal sama polisi, datangin rumah sekda, rumah kepala OPD. Sebagai muslim zakat itu kewajiban, tidak harus ditagih-tagih, tetapi kadang lupa. Untung ada Baznas selalu diingatkan,” ujar WH.

Dirinya yakin jika penggalangan zakat, infak dan sedekah maksimal, dapat membantu memperlancar berbagai program pemerintah. Menurutnya, kehadiran negara bukan hanya sebagai pelayan, melainkan memiliki fungsi sosial yang menyertai.

“Kita harusnya bisa berfikir dan merenung ulang tentang sebuah tanggung jawab yang besar, bukan hanya kita mendapatkan pahala tapi kita juga bisa membebaskan delapan golongan termasuk yang miskin yang harus menjadi perhatian kita. Kekuatan yang sebetulnya bisa mengalahkan APBD provinsi jika dikelola dengan baik,” papar mantan wali kota Tangerang ini.

Lebih lanjut, Gubernur mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan Baznas Banten dalam mengumpulkan, menyalurkan dan mengelola zakat dari masyarakat. Ia berharap, program-program yang sudah berjalan bisa dioptimalkan.

“Mudah-mudahan lebih maju, pelayanannya lebih baik lagi dan kesadaran masyarakatnya yang kita harapkan lebih meningkat dalam menjalankan kewajiban membayar zakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Banten Suparman Usman menilai, kesadaran masyarakat dalam membayar zakat terus meningkat. Hak ini dilihat dari besaran penerimaan zakat yang juga meningkat setiap tahun.

“Tiga tahun terakhir meningkat. Tahun 2015 sebesar Rp2,5 miliar, tahun 2016 menjadi Rp3,2 miliar dan tahun 2017 meningkat menjadi Rp8 miliar. Tahun ini insya Allah kita targetkan Rp8 miliar,” ungkap Suparman.

Selain zakat mal, Baznas Banten juga menerima penerimaaan zakat dari Baznas kabupaten dan kota yang jumlahnya pada tahun 2017 mencapai Rp60 miliar.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 20 =

Trending