Connect with us

Kota Tangerang

Kampung Sejahtera Mandiri, Program Konkret Arief-Sachrudin Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Published

on

Arief Wismansyah

Arief Wismansyah paparkan program konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat debat penajaman visi-misi. (Foto: Istimewa)

Tangerang – Program Kampung Sejahtera Mandiri menjadi salah satu program konkret pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah-Sachrudin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ke depan akan dipola secara buttom up dengan melibatkan langsung masyarakat, jadi tidak lagi dari atas ke bawah,” kata Arief saat menjalani debat penajaman visi-misi sesi terakhir di Metro Tv, Rabu (6/6/2018) malam.

Roda perekonomian kata Arief tidak lagi hanya bergerak di kota, kecamatan dan kelurahan, melainkan hingga ke masyarakat lapisan bawah karena program tersebut akan langsung melibatkan masyarakat berbasis RT/RW.

Selain dengan pembinaan terhadap UMKM, program ini sambung Arief akan mendorong Pemkot Tangerang melakukan intervensi pada sektor pendanaan. Ia mengaku, sejumlah bank siap membiaya pelaku usaha agar mendapat pinjaman modal dengan biaya lunak.

Arief menjelaskan, Pemkot Tangerang telah melaksanakan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, karena angkatan kerja yang masih cukup tinggi, hal itu masih dirasa kurang. Kampung Sejahtera Mandiri dinilai menjadi solusi.

Salah satu program sambung Arief membina dan mengembangkan peran koperasi di tengah masyarakat. Melalui koperasi, mendorong geliat ekonomi masyarakat. Kemudian, bursa kerja yang dilakukan hingga di tiap kecamatan juga dilakukan dalam memaksimalkan penyerapan tenaga kerja

Selain soal pembangunan ekonomi, debat yang dipandu Andini Effendi juga membahas pengelolaan kota. Untuk persoalan tersebut, Arief mengatakan, pihaknya akan menggandeng pihak swasta untuk kembali menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Dengan asumsi harga tanah per meter Rp1 juta, maka dibutuhkan Rp18 triliun untuk membangun, makanya mau tidak mau kita gandeng pihak swasta. Sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang yakni 30 persen,” jelasnya.

“Misalnya kalau selama ini KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah 60:40 dengan KDH (Koefisien Dasar Hijau), maka kondisinya sekarang kita balik. KDB 40 persen dan KDH 60 persen,” kata Arief.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + twelve =

Trending