Connect with us

METROPOLITAN

Bus Jurusan Bayah Dikeluhkan; Mulai dari Tarif Mencekik dan Angkut Penumpang Melebihi Kapasitas

Published

on

Bus di Terminal Mandala

Penumpang saat menaiki bus di Terminal Mandala, Lebak. (Foto: Dok. Banten Hits/Fariz Abdullah)

Lebak – Penumpang bus jurusan Bayah, Kabupaten Lebak mengeluhkan tarif yang dipatok bus saat arus mudik Lebaran. Selain soal tarif, penumpang juga mengeluh lantaran sopir kerap memaksa memasukan penumpang meski kondisi di dalam bus sudah penuh.

Hal itu disampaikan akun facebook Neng Ateu. Menurutnya, awak bus tetap mengenyampingkan keselamatan penumpang meski sudah menaikkan tarif yang dirasa sangat memberatkan.

“info…..Tlong pra supir dn kndek jurusn cimone byh..rngks byh..bgor byh…sesuaikn ongkos dn kenymann penumpang…jgn sskali di entep peda…tu sngt mnyiksa pra penumpang.kslmtn da ditngan anda,” tulis Neng Ateu.

Saat dihubungi Banten Hits, Rabu (13/6/2018), pemilik akun facebook Neng Ateu mengaku untuk jurusan Bayah, baik dari Cimone maupun Rangkasbitung, penumpang dikenakan tarif Rp200-Rp250 ribu.

“Kita duduk desak-desakan karena sopir dan kondektur memaksa terus menaikan penumpang,” keluhnya.

Keselamatan penumpang juga mengkhawatirkan lantaran sopir mengemudi dengan kebut-kebutan.

“Memang ke arah selatan selalu ngebut kalau di jalan,” ujar warga Bayah ini.

Ia berharap, kondisi tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah agar menjadi bahan evaluasi bagi para pemilik bus.

“Harus ada tindakan tegas dari pemda, jangan sampai dari tahun ke tahun seperti ini,” harapnya.

Banten Hits masih mengupayakan konfirmasi dari dinas terkait.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =

Trending