Connect with us

PERSONA

Mahasiswa Asal Pandeglang Raih Beasiswa ke Jerman

Published

on

Mahasiswa Pandeglang Dapat Beasiswa

Fahmi Faturrohman. (Foto: Dok. Pribadi Fahmi)

Pandeglang – Meski berasal dari pelosok desa di wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, tidak menghalangi Fahmi Faturrohman mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk berprestasi akademik.

Alumni SMAN 4 Kabupaten Pandeglang ini meraih beasiswa ke Jerman dari Baden-Wurttemberg Stipendium yang merupakan salah satu yayasan Jerman yang bekerja sama dengan kampung di Indonesia dalam bidang pendidikan. Fahmi akan menimba ilmu selama 6 bulan di negeri tersebut.

“Bangga bisa terpilih, ini sekaligus membuktikan bahwa walaupun saya dari kampung tapi bisa bersaing dengan mahasiswa yang berasal dari kota-kota besar,” kata Fahmi, Kamis (28/6/2018).

Beasiswa yang diraihnya buah dari nilai IPK yang memenuhi syarat kemudian mendapat rekomendasi dari kampus.

“Dari pertama awal masuk saya udah dikasih tahu dosen tentang beasiswa itu, tapi syaratnya nilai IPK harus 3,6 sampai semester 5. Nah, kebetulan IPK saya memenuhi syarat,” ujarnya.

Setelah mendapat rekomendasi, Fahmi harus menjalani tes interview menggunakan bahasa Jerman. Dari delapan orang disaring menjadi lima orang, kemudian dikerucutkan kembali hingga terpilih tiga orang. Fahmi menjadi orang Pandeglang pertama yang mendapat beasiswa ke negeri tersebut.

Selama di Jermah, Fahmi akan akan ditempatkan di Studentenwohnheim atau asrama Padagogische Hochschule (Universitas Pendidikan Jerman) di Kota Heidelberg.

“Rencana pemberangkatan nanti 30 September 2018,” ucapnya.

Namun kata Fahmi biaya pemberangkatan ditanggung oleh peraih beasiswa.

“Iya, beasiswa itu hanya pendidikan gratis dan living cost di sana. Kalau untuk biaya pembuatan visa dan tiket itu diserahkan ke masing-masing,” katanya.

“Kemungkinan orangtua mau gadaikan sawah. Selama itu positif apalagi buat pendidikan pasti orangtua perjuangkan,” sambungnya.

Meski demikian, Fahmi tetap berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar bisa membantunya yang bisa berkuliah di UPI Banding melalui jalur beasiswa Bidikmisi.

“Saya yang cuma dari kampung anak anak pensiunan guru agama pasti lah sangat terkendala masalah biaya. Berharap ada perhatian dari pemerintah, setidaknya membantu untuk biaya berangkat ke sana,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang akademisi Banten Atih Ardiansyah mendorong pemerintah untuk aktif membantu Fahmi.

“Pemerintah harus terlibat, karena mahasiswa yang berangkat ke sana akan mengenalkan daerahnya. Poin ini mesti jadi alasan mengapa pemerintah tidak boleh menutup mata,” pintanya.

“Mahasiswa daerah yang studi ke luar negeri, beasiswa pula, semestinya difasilitasi oleh pemerintah daerah agar menjadi motivasi dan inspirasi bagi yang lain. Harus tanggap, kerangka berfikir pemerintah jangan hanya terfokus bantuan itu bersumber dari APBD, bisa diusahakan dari sumber dana lain. Optimalkan akses dan kekuasaan yang dimiliki,” papar Atih.(Nda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =

Trending