Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Dekopinwil Banten Dorong Koperasi punya Toko Online

Published

on

Tatu Chasanah

Ratu Tatu Chasanah. (Foto: Dok. Banten Hits)

Serang – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten akan memperbaiki sistem manajemen internal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi agar kinerja koperasi lebih optimal.

BACA JUGA: Nyawer Biduan, Kepala Dinas Koperasi Pandeglang Dipanggil BKD

Ketua Dekopinwil Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, untuk membesarkan koperasi tidak cukup hanya di usaha simpan pinjam, melanikan harus bergerak di sektor rill.

“Kita sedang mencoba agar koperasi di Banten memiliki toko online. Semua kita upayakan, kita ingin melihat usaha koperasi berkembang,” kata Tati, Senin (30/7/2018).

Dekopin Banten ujar Tatu memiliki program fasilitasi warung serba ada (waserda) koperasi menjadi toko ritel modern yang dinamakan coop-mart, dan saat ini membentuk 12 coop-mart yang tersebar di kabupaten dan kota.

“Kemampuan coop-mart akan terus kita fasilitasi agar lebih maju lagi baik teknologi informasi, SDM maupun jaringan supplier untuk ketersediaan barang,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinas Koperasi Cilegon tetap Bina Ratusan Koperasi “Sakit”

Menurutnya, Diskoperindag Banten sangat dibutuhkan untuk mendukung program yang dijalankan Dekopinwil melalui sinergitas program.

“Kita sebagai organisasi mitra pemerintah mendukung program malalui sinergitas yang dilakukan, dan dalam penganggaran juga kita serahkan keputusan pemerintah untuk menyediakan anggarannya,” ucap Tatu.

Sementara itu, Ketua Harian Dekopin Agung Sujatmoko menyampaikan, koperasi harus melakukan perubahan melalui modernisasi manajemen. Pasalnya, kasus anggota yang tidak bayar iuran dan uang anggota yang dibawa pengurus karena sistemnya yang tidak modern.

“Penggunaan aplikasi dan kelayakan usaha juga harus diperhatikan agar koperasi yang dibangun berkualitas,” katanya.

Agung berharap, koperasi bisa merekrut minimal 2.500 anggota agar koperasi tersebut bisa berkualitas dan mensejahterakan masyarakat sekitar. Pasalnya, mayoritas koperasi berdiri tanpa ada usaha dan hanya mengandalkan simpan pinjam.

“Koperasi tak mesti banyak yang penting berkualitas. Setidaknya, koperasi tersebut bisa membuat warga terbantu dengan keberadaannya,” imbuhnya.(Nda)

Trending