Connect with us

METROPOLITAN

Kuda yang Berlaga di Asian Games Dijamin Sehat Sesuai Standar EDFZ

Published

on

Kuda Asian Games Tiba di Bandara Soetta

Kuda-kuda yang akan berlaga di cabor equestrian Asian Games tiba di Bandara Soetta. (Foto: Banten Hits/Hendra Wibisana)

Tangerang – Kepala Pusat Karantina Hewa dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian Agus Sunanto memastikan, Tim Teknis Karantina Hewan Soekarno-Hatta (Soetta) mengawal kesehatan dan keamanan kuda yang akan berlaga di Asian Games 2018.

“Sesuai dengan persyaratan Internasioanl sebagaimana sudah ditegaskan oleh Pak Mentan,” kata Agus.

Diketahui, 17 ekor kuda peserta cabang olahraga equestrian atau ketangkasan berkuda asal Belgia tiba di kargo Bandara Soetta, Sabtu (11/8/2018).

Kuda tersebut mewakili Kyrgyztan, Uzbekiztan, Iran, dan Indonesia. Rencananya pada 14 Agustus 2018 mendatang akan tiba lagi sebanyak 38 ekor kuda asal Eropa dari 20 negara peserta.

Setibanya di Indonesia, kuda dicek kesehatan dan keamanan, serta pengecekan identitas dengan menyesuaikan nomor microchip kuda dengan Health Certificate (HC) dan paspor oleh pihak Kementan.

“Kuda asal Tiongkok telah lebih dahulu datang ke Indonesia dan kini masih berada dalam masa perkarantinaan,” jelas Agus.

Saat sidak ke Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), 14 Juli 2018, Mentan Andi Amran ujar Agus meminta agar agar pengawasan dilakukan guna menjamin kuda dalam keadaan sehat sesuai dengan standar Zona Bebas Penyakit Kuda (EDFZ).

Badan Karantina Pertanian sambung Agus bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan kuda selama 24 jam. Pengawasan dan pemantauan kesehatan kuda serta aktivitasnya dilakukan oleh tim dokter hewan yang bertugas di karantina. Tim dokter hewan memantau perkembangan kuda hingga layak dibawa ke arena pertandingan.

“Seluruh kuda Asian Games yang tiba di Indonesia diberi perlakuan desinfektan dan footmat atau karpet berisi desinfektan sebagai anti mikroorganisme, sehingga kuda menapakan kakinya pertama kali dengan menginjak footmat sebagai tindakan biosekuriti,” paparnya.

Berdasarkan ketentuan dan persyaratan karantina, terdapat tiga penyakit penting pada kuda yang perlu dipastikan statusnya sebelum diperbolehkan masuk ke arena, yakni Dourine, Glanders dan Equine Infectious Anemia (EIA).

Hal tersebut sesuai dengan persyaratan EDFZ dan Permentan No. 28 Tahun 2018 tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap pemasukan dan pengeluaran kuda untuk perlombaan, pemeriksaan terhadap penyakit EIA, Glanders dan Dourine wajib dilakukan.

Meskipun kuda asal Uni Eropa telah memenuhi standar EDFZ, sistem karantina untuk kuda pada lomba Equestrian ini harus tetap dilaksanakan.

“Sistem karantina untuk kuda lomba ini harus tetap dijalankan. Karena kuda– kuda tersebut harus dicek sesuai dengan identitasnya, tidak boleh keluar dari IKH termasuk venue yang juga ditetapkan sebagai IKH,” jelas Agus.(Nda)

Trending