Connect with us

METROPOLITAN

Warga Cemas Pendakian Gunung Pulosari Dibuka

Published

on

Gunung Pulosari

Gunung Pulosari. (Istimewa)

Pandeglang – Perum Perhutani telah membuka kembali pendakian Gunung Pulosari, di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Namun, dibukanya kembali pendakian menimbulkan kecemasan bagi warga Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari mengingat BPBD Pandeglang mengeluarkan larangan agar tidak ada aktivitas pendakian karena adanya keretakan di atas gunung tepatnya di curug Putri.

“Padahal jelas di depan gapura ada baliho dari BPBD dilarang melakukan pendakian, tetapi pihak Perhutani malah membuat jalur pendakian dari Cihunjuran,” ungkap Kepala Desa Cilentung, Juhdi, Minggu (12/8/2018).

BACA JUGA: Jembatan Penghubung Dua Desa di Pulosari Terancam Ambruk

Jalur semula dari arah Cilentung memang belum bisa digunakan pasca longsor akhir 2017 lalu, sehingga jalur dari Cihunjuran diklaim sebagai jalur alternatif dan aman bagi para pendaki.

Salah seorang warga, Suharta juga menyayangkan dibukanya jalur pendakian tanpa melalui musyawarah dengan masyarakat.

“Seharusnya Perhutani musyawarah dulu dengan kami, walaupun pendakian melalui jalan Cihunjuran, tetap saja kalau terjadi apa-apa masyarakt Cilentung juga yang kena imbasnya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Agus Suhendar meminta masyarakat tidak khawatir terkait longsor yang pernah terjadi. Pihaknya akan bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cikoneng dan bermitra dengan Yayasan Balaputra Salakanagara untuk pengembangan Gunung Pulosari.

“Ini kan beda jalur, jadi masyarakat Cilentung tidak perlu khawatir. Jalur dari arah Cihunjuran aman, kita akan bekerja sama dengan LMDH dan Balaputra Salakanagara sebagai pengembangan camping ground dan pembukaan jalur pendakian,” bebernya.

Sekretaris Divisi Pariwisata Balaputra Salakanagara, Iwan mengaku sudah melakukan observasi selama tiga tahun untuk memastikan keamanan bagi para pendaki.

“Kami tidak semena-mena membuka jalur pendakian, kami melakukan Observasi terlebih dahulu. Kami juga akan menjadikan wisata dengan nilai edukasi sejarah dan bisa bermaslahat bagi semua,” pungkasnya.

Diketahui, gunung dengan ketinggian 1346 MDPL mengalami longsor di jalur curug Putri pada 27 Desember 2017. Semenjak itu, jalur pendakian dari arah Cilentung ditutup karena dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para pendaki. Rencananya, baru tanggal 16 Agustus 2018 jalur kembali dibuka melalui Jalur Cihunjuran, Cikoneng.(Nda)

Trending