Connect with us

METROPOLITAN

Radar Banten Tegaskan Pemberitaan Sesuai Kaidah Jurnalistik dan Tak Terkait Terhentinya Alokasi Iklan

Published

on

Berita-berita utama Koran Radar Banten mengkritik kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim.(FOTO: Google)

Berita-berita utama Koran Radar Banten mengkritik kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim.(FOTO: Google)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim melalui tenaga ahlinya mengeluarkan seruan untuk boikot Radar Banten dengan menginstruksikan seluruh instansi vertikal di bawah Pemprov Banten tidak menjadikan media cetak milik Jawa Pos Group itu menjadi sumber rujukan informasi. Langkah ini ditempuh, mengingat pemberitaan radar Banten yang sudah tidak objektif. 

BACA JUGA: Gubernur Banten Wahidin Halim Instruksikan Boikot Radar Banten

Pempinan Redaksi Radar Banten Ahmad Lutfi membantah telah membuat pemberitaan yang tidak objektif. Apalagi apalagi melanggar kode jurnalistik saat melakukan kerja-kerja jurnalistiknya. Lutfi juga mempertanyakan pemberitaan mana yang mengarah kepada fitnah. 

“Tidak ada yang dilanggar kode etik. Kalau berita Radar dituding fitnah, berita yang mana? Sebab semua berita yang ditulis Radar sudah memenuhi kaidah jurnalistik , check and recheck, serta memenuhi cover both side. Tidak asal terbit,” kata Lutfy kepada Banten Hits melalui pesan WhatsApp, Senin,  20 Agustus 2018.

Sebagai fungsi pers, kata dia, setiap pemberitaan tidak pernah menyerang pribadi Wahidin Halim selaku kepala daerah. Selama ini, pihaknya hanya mengkritik kebijakan-kebijakan sebagai kepala daerah. 

“Radar pun selama ini dalam pemberitaan tak pernah menyerang secara pribadi, semua pemberitaan masih sebatas mengkritisi kebijakan WH sebagai kepala daerah,” terangnya. 

Menurut Lutfi, tidak adakaitannya  pemberitaan Radar Banten yang dianggap negatif yang ditudingkan Pemprov untuk kepentingan kelompok dan terhenti alokasi iklan. 

“Itu tidak ada sangkut-pautnya dengan berita yang kritis,” katanya.

Aksi Boikot Radar Banten Preseden Buruk

Saat ditanya, aksi pemboikotan Pemprov Banten kepada Radar Banten merupakan upaya penyensoran karya-karya Jurnalistik. Menurutnya, kejadian tersebut preseden buruk terhadap pers di Banten yang bisa menimpa siapa saja. 

“Saya melihatnya begini. Pers punya peran sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. (Sebagai) watch dog (anjing penjaga). Pejabat publik mestinya tidak alergi terhadap kritik. Aksi boikot ini preseden buruk bagi pers di Banten yang bisa menimpa siapa saja. Kalau tidak senang dengan berita pers, silakan adukan ke Dewan Pers. Nanti Dewan Pers yang akan menimbang . Tidak asal main boikot saja,” pungkasnya.(Rus)

Trending